Kamis, 4 Juni 2026

Hitung Zakat Penghasilan Anda Sekarang: Panduan Praktis untuk Menyalurkan Harta dengan Efektif!

Puspita Sari, Ifa.id
- Rabu, 12 Maret 2025 | 21:15 WIB
Hitung Zakat Penghasilan Anda Sekarang: Panduan Praktis untuk Menyalurkan Harta dengan Efektif! (Foto/YouTube)
Hitung Zakat Penghasilan Anda Sekarang: Panduan Praktis untuk Menyalurkan Harta dengan Efektif! (Foto/YouTube)

IFA.id -- Zakat penghasilan, atau yang juga dikenal sebagai zakat profesi, adalah bagian dari zakat mal yang wajib ditunaikan atas harta yang berasal dari pendapatan rutin dari pekerjaan yang halal. Zakat ini menjadi wujud syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT, sekaligus sarana untuk membersihkan harta dan membantu sesama yang membutuhkan.

Apa itu Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa penghasilan yang dimaksud adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya

Mengapa Zakat Penghasilan Itu Penting?

  • Pembersih Harta: Zakat membersihkan harta dari hak-hak orang lain dan menjauhkan dari sifat kikir.

  • Wujud Syukur: Menunaikan zakat adalah bentuk syukur atas nikmat rezeki yang diberikan Allah SWT.

  • Solidaritas Sosial: Zakat membantu meringankan beban kaum dhuafa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Keberkahan Hidup: Harta yang dizakatkan akan mendatangkan keberkahan dan keberlimpahan.

Baca Juga: Susah Hilangkan Kebiasaan Buruk Saat Puasa? Ini Solusi yang Dicari Banyak Orang!

Siapa yang Wajib Membayar Zakat Penghasilan?

Tidak semua orang yang berpenghasilan wajib membayar zakat penghasilan. Seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan apabila penghasilannya telah mencapai nisab zakat pendapatan. Nishab zakat penghasilan adalah batasan minimum penghasilan yang harus dicapai agar seseorang wajib membayar zakat

Nishab Zakat Penghasilan

Nishab zakat penghasilan adalah senilai 85 gram emas per tahun. Hal ini dikuatkan dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 1 Tahun 2024 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2024. Jika penghasilan selama 1 tahun sudah mencapai nisab, maka wajib membayar zakat 2,5 persen setiap bulannya.

Pada tahun 2024, nisab zakat pendapatan adalah senilai Rp82.312.725 per tahun atau Rp6.859.394 per bulan. Artinya, jika penghasilan Anda sudah mencapai angka tersebut, maka wajib membayar zakat

Kapan Zakat Penghasilan Harus Dibayarkan?

Zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan atau di akhir tahun. Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nisab per bulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas dengan kadar 2,5%.

Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nisab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut.

Pada tahun 2024, nisab zakat pendapatan adalah senilai Rp82.312.725 per tahun atau Rp6.859.394 per bulan. Artinya, jika penghasilan Anda sudah mencapai angka tersebut, maka wajib membayar zakat.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ide Usaha Kecil-Kecilan yang Menguntungkan Selama Bulan Puasa

Bagaimana Cara Menghitung Zakat Penghasilan?

Cara menghitung zakat penghasilan cukup sederhana:

  1. Hitung Total Penghasilan: Hitung total penghasilan yang diperoleh selama satu bulan. Total penghasilan ini mencakup semua sumber penghasilan yang halal, seperti gaji, honorarium, upah, dan lainnya.                                                                                                  
  2. Pastikan Mencapai Nisab: Pastikan total penghasilan tersebut telah mencapai nisab zakat penghasilan yang berlaku.                                                                                                           
  3. Hitung Zakat yang Harus Dibayarkan:Jika total penghasilan telah mencapai nisab, hitung zakat penghasilan yang harus dibayarkan, yaitu 2,5% dari total penghasilan.

Secara matematis, perhitungan zakat penghasilan adalah sebagai berikut:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X