Suara Ulama dan Praktik di Lapangan. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melarang demonstrasi, asalkan damai dan tidak merusak.
Beberapa ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi juga mendukung aksi damai sebagai bagian dari perjuangan politik umat, dengan catatan adab syariah dijaga.
Di Indonesia, aksi-aksi besar seperti Aksi 212 menunjukkan bahwa massa Muslim bisa menjaga kedamaian dalam jumlah besar, meski tetap ada catatan dari pihak keamanan.
Etika sebagai Ruh Perjuangan. IFA.id mencatat, demonstrasi dalam Islam bukanlah sekadar teriak di jalan. Ia adalah ekspresi amar ma’ruf nahi munkar, yang harus dibalut dengan etika syariah. Dari masjid ke jalan, perjuangan umat hanya akan bermakna jika tetap menjaga adab, niat, dan kedamaian.
Baca Juga: Halal Media Japan Raih Penghargaan Wisata Islami Dunia 2025
Jangan sampai masjid ternodai, atau aksi berubah jadi anarki. Sebab, dalam pandangan Islam, perjuangan yang suci harus ditempuh dengan cara yang suci pula.
Artikel Terkait
Haji dan Umrah: Menggali Makna Filosofis dari Setiap Rukun dan Tahapan Ibadah.
Festival Kuliner Islami 2025 Ramaikan Jakarta dengan Cita Rasa Halal Dunia
Inovasi Cemerlang Startup Kuliner Halal: Dari Pencarian Mudah hingga Es Krim Pintar
Jelajah Rasa Islami: Wisata Kuliner Halal Menggelorakan Nusantara
Kuliner Halal Nusantara Digdaya: Ekspor Menembus Triliunan Rupiah
Tantangan Muslim Milenial: Mengupas isu-isu kontemporer seperti perundungan siber, penggunaan media sosial, dan menjaga identitas Muslim di era modern