IFA.id – Siapa yang menyangka, sebuah festival kuliner bisa menjadi ruang belajar, ajang bisnis, sekaligus jendela budaya dunia? Itulah yang tergambar dalam Festival Kuliner Islami 2025 bertema “Halal & Nutritious Street Food Around The World” yang digelar di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), awal Juli 2025.
Baca Juga: UMKM kuliner halal makin mendominasi.
Acara ini menghadirkan deretan stan kuliner dari mahasiswa Prodi Gizi UAI, yang menyajikan street food halal khas berbagai negara. Dari chicken shawarma ala Timur Tengah, takoyaki Jepang halal, hingga sate ayam nusantara tersaji dengan sentuhan gizi seimbang.
IFA.id mencatat, pengunjung tak hanya menikmati rasa, tapi juga mendapatkan informasi gizi di setiap menu. Inovasi ini membuat festival terasa lebih dari sekadar pesta kuliner, melainkan kelas gizi terbuka.
Baca Juga: Tafsir Marah Labid: Warisan Syekh Nawawi yang Mendunia
Menurut panitia, HARVEST 2025 (nama resmi acara) merupakan implementasi langsung mata kuliah Manajemen Jasa Makanan dan Gizi. Tujuannya jelas: membekali mahasiswa dengan keterampilan nyata mengelola usaha kuliner halal, dari perencanaan menu, manajemen stan, hingga strategi pemasaran.
Baca Juga: Perlawanan Intelektual Shaleh Darat lewat Tafsir
Pengunjung festival memuji konsep unik ini. “Jarang ada festival yang sekaligus memberi edukasi gizi, apalagi semua menunya halal,” kata Rini, salah satu pengunjung.Namun, tantangan masih ada. Banyak UMKM kuliner halal yang belum tersertifikasi, meski permintaan masyarakat terhadap makanan halal kian meningkat.
Baca Juga: Mengapa R.A. Kartini Terinspirasi Tafsir Shaleh Darat?
IFA.id melansir, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat gaya hidup halal global. Festival semacam ini bukan hanya hiburan kampus, tetapi bagian dari strategi besar memperkuat ekosistem kuliner halal—mulai dari edukasi, UMKM, hingga promosi internasional.
Baca Juga: Mengukir Prestasi di OSN: Perjalanan Muhidin Menuju Medali Perak dan Semangat Tak Kenal Lelah
Festival Kuliner Islami 2025 membuktikan bahwa kuliner halal bukan sekadar tren, melainkan gaya hidup cerdas dan sehat. Di balik aroma sate, shawarma, dan takoyaki halal, tersimpan misi besar: menyiapkan generasi muda yang siap membawa kuliner halal Indonesia ke panggung dunia.
Artikel Terkait
Ragam Halal Kuliner Dunia di Ibu Kota Inggris
Shalat sebagai Tiang Agama: Mengupas makna shalat lebih dari sekadar gerakan fisik, melainkan komunikasi spiritual dengan Allah.
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar: Mendalami Hikmah Puasa di Bulan Ramadhan dan Manfaatnya Bagi Jiwa dan Raga
UMKM kuliner halal makin mendominasi.
Zakat dan Sedekah: Menjelaskan peran zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan cara membersihkan harta.