Jumat, 17 Juli 2026

Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat

- Kamis, 20 November 2025 | 23:04 WIB
Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat (Foto/Ilustrasi)
Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Di banyak negeri Muslim, IFA.id melihat satu kebiasaan yang tidak pernah hilang: kurma selalu menjadi hidangan utama saat momentum ibadah, terutama Ramadan. Buah kecil dari tanah Arab ini tidak hanya hadir sebagai makanan, tetapi juga simbol tradisi panjang yang dijaga sejak zaman Rasulullah SAW. Keistimewaannya tidak datang dari bentuk atau ukurannya, namun dari kedudukannya sebagai buah sunnah yang selalu menghadirkan keberkahan.

Sejak masa awal Islam, kurma menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual umat. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai makanan penuh keberkahan, karena kurma menyediakan energi yang cepat, aman, dan alami. Dalam berbagai riwayat yang dihimpun IFA.id, Nabi menjadikan kurma sebagai makanan pembuka puasa, bahkan menjadikannya pilihan utama untuk menjamu tamu atau memberikan sedekah.

Kurma juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai buah yang menyertai Maryam saat melahirkan. Kisah ini menjadi bukti bahwa kurma bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari pertolongan Allah. Para ulama menafsirkan bahwa kurma mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat kondisi lemah, sehingga pemberian itu menjadi bentuk kasih sayang ilahi yang relevan sepanjang zaman.

IFA.id mencatat bahwa kandungan gizi kurma sangat lengkap. Gula alaminya mudah dicerna tubuh, seratnya membantu pencernaan, dan mineral seperti potassium serta magnesium memberikan kekuatan tambahan bagi tubuh. Tidak heran jika kurma menjadi makanan utama bagi masyarakat gurun selama ribuan tahun. Ia memberikan energi, mempertahankan kesehatan, dan mudah disimpan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Keutamaan Kurma dalam Ajaran Islam

Sebagai buah sunnah, kurma juga memiliki makna spiritual. Mengonsumsinya bukan hanya mengikuti kebiasaan Nabi, tetapi juga menghidupkan jejak-jejak ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak Muslim merasakan ketenangan ketika memulai berbuka dengan kurma, seolah ada hubungan batin antara mereka dengan tradisi yang diwariskan Rasul.

Kurma juga kerap dijadikan hadiah dalam tradisi silaturahmi. IFA.id melihat tren ini terus bertahan dari masa ke masa. Ketika seseorang membawa kurma sebagai oleh-oleh, ia sebenarnya sedang membawa simbol kebaikan dan keberkahan. Hadiah tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga bernilai sunnah yang berpahala.

Salah satu jenis kurma yang paling banyak dibicarakan adalah kurma Ajwa. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa kurma Ajwa memiliki keutamaan dan perlindungan tertentu jika dikonsumsi setiap pagi. Banyak ulama memahami hadis ini sebagai bentuk keutamaan spiritual, bukan jaminan medis, namun tidak sedikit yang merasakan manfaat jasmani ketika mengonsumsinya secara rutin.

IFA.id juga mencatat bahwa kurma sangat relevan dengan gaya hidup modern. Ketika banyak orang menginginkan makanan sehat dan praktis, kurma menjadi solusi yang sangat sesuai. Sumber energi alami, mudah dibawa, tidak cepat rusak, dan tidak memerlukan proses pengolahan panjang. Bahkan atlet dan pekerja yang membutuhkan energi cepat sering memilih kurma sebagai cemilan penambah tenaga.

Baca Juga: Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Di berbagai negaraberkembang, kurma menjadi bagian dari program gizi karena kandungan serat dan kalorinya yang stabil. Ini menunjukkan bahwa manfaat kurma tidak hanya berbasis agama, tetapi juga didukung oleh sains. Islam mengenalkan kurma ribuan tahun sebelum penelitian modern membuktikan kandungan nutrisinya.

Dalam banyak majelis taklim, ulama mengingatkan pentingnya menjaga tradisi makan kurma bukan sebagai ritual kosong, tetapi sebagai upaya meneladani gaya hidup sehat Rasulullah SAW. IFA.id melihat bahwa masyarakat semakin memahami bahwa ajaran sunnah sering kali berkaitan erat dengan kesehatan tubuh dan mental.

Selain dikonsumsi langsung, kurma juga banyak digunakan sebagai bahan olahan seperti sari kurma, pasta kurma, hingga madu kurma. Namun para ahli gizi menekankan bahwa kurma utuh tetap menjadi pilihan terbaik karena kandungan seratnya masih terjaga utuh. Ini sejalan dengan prinsip Islam yang menyukai kesederhanaan dan keaslian makanan.

Di sebagian kalangan, kurma juga dipercaya mampu memperbaiki suasana hati. Kandungan gulanya memberi energi yang membuat tubuh lebih rileks, sementara tradisi sunnahnya memberikan ketenangan spiritual. IFA.id menyebut kurma sebagai buah dua dimensi: menyehatkan tubuh, menenangkan jiwa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya Sikap Julid dalam Islam

Selasa, 25 November 2025 | 22:19 WIB

Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat

Kamis, 20 November 2025 | 23:04 WIB

UMKM kuliner halal makin mendominasi.

Selasa, 2 September 2025 | 12:49 WIB

Ragam Halal Kuliner Dunia di Ibu Kota Inggris

Senin, 1 September 2025 | 16:26 WIB

Resep Kari Ayam Halal dengan Santan Kental

Rabu, 23 April 2025 | 18:55 WIB

Terpopuler

X