Kamis, 4 Juni 2026

Perbedaan Mudik Dulu dan Sekarang, Apa yang Berubah?

- Selasa, 8 April 2025 | 22:05 WIB
Perbedaan Mudik Dulu dan Sekarang, Apa yang Berubah? (Foto/Pinterest.)
Perbedaan Mudik Dulu dan Sekarang, Apa yang Berubah? (Foto/Pinterest.)

 

IFA.id -- Mudik adalah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Tiap tahun, jutaan orang pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Namun, kalau kita bandingkan mudik zaman dulu dengan sekarang, rasanya seperti dua dunia yang berbeda. Dari transportasi, teknologi, suasana jalan, sampai gaya hidup pemudik, semuanya mengalami transformasi yang signifikan.

1. Transportasi: Dulu Serba Terbatas, Sekarang Banyak Pilihan

Dulu: Di masa lalu, pilihan transportasi sangat terbatas. Banyak orang hanya mengandalkan bus antarkota, kereta api kelas ekonomi yang penuh sesak, atau bahkan truk dan kendaraan barang yang disulap menjadi angkutan mudik.

Kondisi kendaraan sering kali tidak nyaman. AC? Itu barang mewah. Belum lagi perjalanan yang memakan waktu sangat lama karena infrastruktur jalan belum sebagus sekarang. Pemudik rela duduk berdesakan berjam-jam, bahkan berhari-hari, hanya demi sampai ke kampung halaman.

Sekarang: Kini pilihan transportasi sangat beragam: dari pesawat, kereta api modern yang nyaman, mobil pribadi, hingga layanan travel online yang bisa dijemput dari rumah. Infrastruktur jalan tol yang menyambung dari Merak hingga Jawa Timur juga membuat perjalanan jadi jauh lebih cepat dan lancar.

Baca Juga: Balkon Rumah di Surabaya Ambruk, Seorang Pria Tewas Tertimpa Reruntuhan

Bahkan sekarang banyak yang memilih mudik naik motor karena lebih fleksibel, atau naik mobil listrik karena hemat dan ramah lingkungan. Tak sedikit juga yang memilih naik pesawat karena harga tiket yang lebih kompetitif dan waktu tempuh yang jauh lebih cepat.

2. Komunikasi dan Informasi: Dulu Mengandalkan Insting, Sekarang Serba Digital

Dulu: Pemudik dulu hanya mengandalkan radio atau berita di televisi untuk mengetahui kondisi lalu lintas. Informasi terbatas, dan kalau sudah terjebak macet, ya harus sabar saja. Tidak ada GPS, tidak ada Google Maps, bahkan telepon genggam pun masih langka.

Surat kabar cetak dan papan pengumuman di stasiun atau terminal jadi sumber utama informasi. Kalau ingin tahu kabar keluarga di kampung, harus pakai wartel atau kartu telepon.

Sekarang: Semua informasi ada di genggaman tangan. Aplikasi seperti Google Maps, Waze, atau media sosial bisa memberi update kondisi lalu lintas secara real-time. Mau cek rest area terdekat, SPBU, atau rumah makan, tinggal buka HP.

Komunikasi dengan keluarga pun jadi mudah. Tinggal video call, kirim foto lewat WhatsApp, atau update status Instagram. Bahkan, ada tren mudik live streaming di TikTok!

3. Bekal dan Oleh-Oleh: Dulu Bawa Banyak, Sekarang Lebih Praktis

Dulu: Pemudik dulu membawa banyak bekal makanan dari rumah. Nasi bungkus, ayam goreng, telur balado, dan kerupuk kerap jadi teman setia selama perjalanan. Alasannya sederhana: untuk menghemat dan karena sulitnya menemukan tempat makan layak di perjalanan.

Oleh-oleh pun dibawa dalam karung atau kardus besar. Mulai dari roti, pakaian, mainan, sampai barang elektronik—semua dipaksakan masuk bagasi.

Sekarang: Kini banyak orang memilih membeli makanan di rest area, restoran cepat saji, atau menggunakan aplikasi pesan makanan. Lebih praktis dan bisa disesuaikan selera. Bahkan banyak rest area yang menyediakan makanan khas daerah, jadi tetap bisa bernostalgia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X