Kamis, 4 Juni 2026

Menghindari Ghibah dan Perbuatan Sia-sia Saat Berpuasa

Maulana Dikri, Ifa.id
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 20:26 WIB
Menghindari Ghibah dan Perbuatan Sia-sia Saat Berpuasa (Foto/ Youtube)
Menghindari Ghibah dan Perbuatan Sia-sia Saat Berpuasa (Foto/ Youtube)

Kemudian ada yang bertanya, "Bagaimana jika yang aku katakan itu benar?" Beliau menjawab, "Jika yang engkau katakan itu benar, berarti engkau telah menggunjingnya, dan jika yang engkau katakan itu tidak benar, maka engkau telah memfitnahnya (buhtan).” (HR. Muslim)

Dari penjelasan ini, kita bisa memahami bahwa ghibah bukanlah perkara ringan, bahkan disamakan dengan memakan bangkai saudara sendiri.

Baca Juga: Perang Salib: Strategi, Diplomasi, dan Kemenangan Umat Islam atas Pasukan Salib

Saat berpuasa, jika seseorang masih melakukan ghibah, maka puasanya bisa kehilangan keberkahan dan pahala.

2. Mengapa Ghibah Merusak Puasa?

Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa tidak semua orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala penuh. Dalam hadisnya beliau bersabda:

"Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Ahmad)

Ini menunjukkan bahwa jika seseorang masih sering menggunjing, pahala puasanya bisa hilang.

Sebab, puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah, termasuk menjaga lisan dari ghibah.

3. Perbuatan Sia-sia yang Harus Dihindari Saat Berpuasa

Selain ghibah, ada berbagai perbuatan sia-sia yang juga dapat mengurangi pahala puasa, di antaranya:

  • Berbicara tanpa manfaat
     Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."

    (HR. Bukhari dan Muslim)
    Saat berpuasa, lebih baik memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah agama daripada berbicara tanpa manfaat.

  • Menghabiskan waktu dengan hal yang tidak produktif
    Menonton film yang tidak mendidik, bermain game tanpa batas, atau berselancar di media sosial tanpa tujuan bisa menghabiskan waktu secara sia-sia.

  • Sebaiknya, waktu tersebut digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah, membaca buku Islami, atau memperbanyak sedekah.

  • Bermalas-malasan dan meninggalkan ibadah
    Ada orang yang berpuasa tetapi menggunakannya sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan meninggalkan shalat atau ibadah lainnya.

    Padahal, Ramadan adalah momen untuk meningkatkan ibadah, bukan mengurangi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X