IFA.id --Menghindari Ghibah dan Perbuatan Sia-sia Saat Berpuasa
Puasa dalam Islam bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat mengurangi atau bahkan membatalkan pahala puasa.
Salah satu yang paling ditekankan adalah menjauhi ghibah (menggunjing) dan perbuatan sia-sia.
Ghibah dan perbuatan sia-sia dapat merusak kesempurnaan ibadah puasa.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus karena mereka tidak menjaga lisannya.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana menghindari dua hal ini agar puasa yang kita jalankan benar-benar mendatangkan pahala dan keberkahan.
Baca Juga: Sa’ad bin Abi Waqqas: Sahabat Nabi yang Membuka Jejak Islam di Tiongkok
1. Bahaya Ghibah dalam Islam
Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuannya, meskipun hal itu benar. Allah SWT sangat mengecam perbuatan ini, sebagaimana dalam firman-Nya:
"Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)
Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Beliau bersabda, "Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak suka."
Artikel Terkait
Apa Itu Hijrah dalam Islam? Makna dan Implementasinya
Petualangan Ibnu Battuta: Mengungkap Kejayaan Islam di Berbagai Negeri
Bagaimana Islam Mengajarkan Kesabaran Melalui Puasa?
Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah, Ampunan, dan Pahala Berlipat
Meraih Keberkahan Hari Jumat dengan Membaca Surat Al-Kahfi