IFA.id - Ketika berbicara tentang kewajiban dalam Islam, sebagian orang langsung mengingat shalat, zakat, puasa, atau ibadah lainnya. Namun ada satu kewajiban yang sering terlupakan, padahal menjadi fondasi dari seluruh ibadah itu sendiri: belajar atau menuntut ilmu.
IFA.id mencatat bahwa sejak wahyu pertama turun, Islam sudah menegaskan pentingnya membaca, memahami, dan mencari pengetahuan.
Tidak heran jika para ulama selalu menempatkan thalabul ‘ilmi sebagai kewajiban yang menghidupkan akal sekaligus menyuburkan iman.
HOOK: Ketika Cahaya Ilmu Menjadi Nafas Kehidupan
Pernah ada masa ketika seseorang merasa ibadah berjalan hambar, semangat hidup menurun, atau arah tujuan terasa kabur.
Baca Juga: Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam
Anehnya, kondisi seperti itu sering pulih hanya dengan satu hal sederhana: belajar lagi. Membaca satu halaman buku, mendengar satu penjelasan ulama, atau memahami satu hikmah baru dapat mengubah seluruh cara pandang.
Karena itulah para ulama mengatakan, “Hidupnya hati adalah dengan ilmu.” Tanpa ilmu, ibadah kehilangan makna, hidup kehilangan arah, dan perjalanan spiritual terasa gelap.
Di sinilah Islam menempatkan belajar bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban yang tak bisa ditawar, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Belajar Sebagai Kewajiban Pertama dalam Islam
IFA.id merangkum bahwa ayat pertama yang turun bukanlah perintah shalat, bukan pula perintah berpuasa, tetapi perintah membaca:
Baca Juga: Tips Memilih Restoran Halal Saat Traveling
“Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq.”
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS. Al ‘Alaq: 1)