Rakaatnya minimal dua, maksimal tak terbatas. Bacaan sama seperti sholat lainnya, tapi dianjurkan memperpanjang sujud dan doa. Setelah sholat, luangkan waktu bermunajat. Tak perlu hafalan rumit cukup berbicara jujur kepada Allah.
IFA.id merangkum doa sholat tahajud yang diajarkan Rasulullah SAW dalam hadits sahih riwayat Bukhari:
Doa Tahajud:
Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu, laka mulkus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu, anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna...
Artinya:
“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah Pemelihara langit dan bumi beserta seluruh isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Cahaya langit dan bumi serta segala isinya...”
Baca Juga: Rahasia Ilmiah di Balik Sholat Tahajud: Antara Ketenangan dan Kesehatan
Doa ini bisa dibaca dalam sujud atau setelah salam. Tidak wajib seluruhnya, tapi sangat dianjurkan karena penuh makna penghambaan dan rasa syukur.
Siti, seorang pegawai muda di Jakarta, mengaku awalnya sulit sekali bangun malam. Ia sering berniat tahajud, tapi selalu gagal. Hingga suatu malam, ia mencoba cara sederhana: tidur lebih awal dan menaruh alarm di meja jauh dari tempat tidur.
"Waktu itu rasanya berat sekali, tapi ketika berhasil sujud untuk pertama kali, ada rasa tenang yang tak bisa dijelaskan," ujarnya. Sejak itu, ia rindu tahajud, bukan karena kewajiban, tapi karena kedamaian yang hadir setelahnya.
Kisah seperti Siti bukan hal langka. Banyak orang mengalami perubahan luar biasa hanya karena menambahkan satu kebiasaan: bangun di sepertiga malam.
Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud: Saat Langit Membuka Pintu Rahmat
IFA.id melansir dari penelitian di Journal of Religious Health (2021), orang yang rutin sholat malam memiliki tingkat stres lebih rendah dan kualitas tidur lebih baik. Secara spiritual, tahajud membentuk kedekatan emosional dengan Tuhan yang tak tergantikan.
Bahkan secara medis, tahajud melatih tubuh untuk bangun dengan ritme sirkadian alami, memperkuat sistem imun, dan menurunkan tekanan darah.
Namun manfaat terbesarnya bukanlah kesehatan atau kesuksesan dunia, melainkan ketenangan batin. Dalam diamnya malam, seseorang belajar menerima, memaafkan, dan bersyukur.
Di era yang serba cepat ini, tahajud menjadi oase bagi jiwa yang haus ketenangan. Saat dunia tidur, ada percakapan sunyi antara hamba dan Tuhannya. Tidak ada penilaian, tidak ada gangguan, hanya hati yang bicara jujur.
Baca Juga: Berbagi Tanpa Henti: Jalan Sunyi Menuju Kebahagiaan Abadi