Bahkan secara ilmiah, paparan sinar matahari pagi terbukti meningkatkan hormon serotonin, yang berperan besar dalam menciptakan perasaan bahagia. Maka tak heran, mereka yang rutin sholat Dhuha sering tampak lebih cerah wajahnya, lebih sabar, dan optimis menjalani hari.
Sholat Dhuha bisa dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Namun, yang terpenting bukan jumlah rakaatnya, melainkan keikhlasan hati saat melakukannya.
Setelah selesai, dianjurkan membaca doa Dhuha berikut:
Baca Juga: Kisah Inspiratif Orang yang Merasakan Perubahan Hidup lewat Puasa Senin Kamis
Doa Sholat Dhuha (Arab):
اللّهُمَّ إِنَّ الَّظَهويْ ظَهْرُكَ وَ بهَاءكَ وَ جَمَالِكَ وَ قُدْرَتِكَ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَ رِزْقِكَ وَ نُورِكَ وَ بَرَكَتِكَ وَ هُدَاكَ.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha ini adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku ada di langit, turunkanlah. Jika di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Berkat waktu Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, datanglah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa ini menjadi simbol ketundukan dan keyakinan penuh bahwa rezeki sejati datang hanya dari Allah.
Beberapa tokoh muslim dunia pernah menuturkan, bahwa kebiasaan menjaga sholat Dhuha membuat hidup terasa lebih ringan.
Dari pedagang kecil di Pasar Tanah Abang hingga CEO perusahaan besar, banyak yang mengaku bahwa setiap kali melaksanakan sholat Dhuha dengan hati lapang, mereka menemukan solusi dari masalah tanpa disangka.
Baca Juga: Menghadapi Tantangan Puasa Senin Kamis: Tips Mengatasi Lapar dan Kantuk
IFA.id juga menemukan, dalam beberapa penelitian psikologi Islam, ibadah Dhuha berdampak pada keseimbangan emosional dan peningkatan produktivitas kerja.
Karena itu, tak berlebihan bila sholat Dhuha disebut sebagai ritual energi positif yang menyatukan spiritualitas dan keseharian.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, Dhuha adalah jeda yang menyembuhkan. Ia bukan sekadar sholat sunnah, tapi ruang tenang untuk menata hati, menyegarkan pikiran, dan membuka pintu keberkahan.
IFA.id mengajak setiap pembaca untuk mencoba rutin meluangkan waktu antara pukul 08.00 hingga 10.00 pagi. Tidak perlu lama, cukup dua rakaat dengan kesadaran penuh. Karena bisa jadi, di antara doa yang diucap lirih di waktu Dhuha, tersimpan jawaban dari semua kegelisahan.