Khutbah Jumat bukan hanya serangkaian bacaan formal. Ia terdiri dari isi yang sarat makna, rukun yang mengikat sahnya, jeda yang penuh doa, serta adab mendengarkan yang harus dijaga.
Dengan memahami hal-hal ini, khutbah Jumat bisa kembali kita rasakan sebagai momen istimewa, bukan sekadar rutinitas.
Referensi:
- An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.
- Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah.
- Ibn Qudamah, Al-Mughni.
- Malik bin Anas, Al-Muwaththa’.
- Shahih Bukhari & Muslim.