Kamis, 4 Juni 2026

6 Konglomerat Muslim Dermawan Dunia, Kaya Harta Kaya Amal

photo author
- Senin, 8 September 2025 | 06:00 WIB
Ikustrasi 6 konglomerat Muslim dunia yang dermawan. Dari Azim Premji hingga Sultanah Nur Zahirah, kaya raya sekaligus aktif dalam filantropi. (IFA.id)
Ikustrasi 6 konglomerat Muslim dunia yang dermawan. Dari Azim Premji hingga Sultanah Nur Zahirah, kaya raya sekaligus aktif dalam filantropi. (IFA.id)


SEWAKTU.id –
Tidak sedikit tokoh Muslim yang berhasil menorehkan jejak sebagai konglomerat kelas dunia. Menariknya, mereka bukan hanya dikenal karena harta berlimpah, tetapi juga karena jiwa sosialnya yang tinggi.

Ada yang berasal dari kalangan bangsawan, ada pula yang berangkat dari keluarga sederhana. Uniknya, mereka tetap memegang teguh nilai kepedulian dan filantropi, membuktikan bahwa kekayaan bisa menjadi jalan untuk berbagi.

Berikut adalah enam sosok konglomerat Muslim dunia yang dikenal dermawan, baik dari Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Rusia.

Baca Juga: Dermawan Muslim Bangun 100 Masjid untuk Umat

1. Azim Premji – Rp246 triliun

Azim Premji adalah salah satu sosok Muslim terkaya di India. Dengan kekayaan mencapai sekitar Rp246 triliun (USD 15,9 miliar), ia dijuluki sebagai “Kaisar Industri TI India”.

Premji memimpin Wipro Limited, perusahaan teknologi informasi raksasa yang awalnya berdiri sebagai produsen minyak goreng. Setelah wafatnya sang ayah, ia mengubah arah bisnis secara total menjadi sektor IT.

Lulusan Stanford University ini juga terkenal karena kemurahan hatinya. Pada 2013, Premji menyumbangkan lebih dari 25% kekayaan pribadinya untuk amal. Ia bahkan menjadi orang India pertama yang menandatangani “The Giving Pledge”, sebuah gerakan filantropi yang digagas Warren Buffet dan Bill Gates.

Kata-kata legendaris Premji adalah: “Menjadi kaya tidak membuat saya senang.”

Baca Juga: Belajar Ekonomi Syariah untuk Generasi Milenial

2. Iskander Makhmudov – Rp100,7 triliun

Iskander Makhmudov, seorang miliarder Rusia keturunan Uzbek, memiliki kekayaan sekitar Rp100,7 triliun (USD 6,5 miliar).

Awalnya, ia hanya bekerja sebagai penerjemah bahasa Arab-Persia di Libya pada 1980-an. Namun perjalanan hidupnya berubah drastis hingga menjadi pengusaha besar di bidang transportasi, pertambangan, dan restoran cepat saji.

Makhmudov dikenal aktif menyumbang untuk kegiatan sosial. Ia telah mendonasikan lebih dari Rp15 triliun untuk membantu yatim piatu, veteran perang, tunawisma, hingga mendukung pembangunan klinik.

Pada 2014, ia bahkan membangun arena es untuk Olimpiade Sochi dan memberikannya kepada pemerintah Rusia secara gratis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X