Beberapa ulama Syafi’iyah bahkan menyebut momen ini sebagai waktu mustajab doa, sehingga sebaiknya digunakan untuk memohon kepada Allah.
Baca Juga: [RAHASIA BESAR!] Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat yang Wajib Kamu Tahu
Bolehkah Berdzikir Saat Mendengarkan Khutbah?
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul. Wajar, karena banyak jamaah terbiasa berdzikir setiap saat, termasuk ketika duduk di masjid.
Namun, Rasulullah ﷺ menegaskan pentingnya mendengarkan khutbah. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
"Jika engkau berkata kepada temanmu, ‘Diamlah!’ padahal imam sedang berkhutbah, maka engkau telah sia-sia."*
Hadis ini menekankan bahwa fokus penuh pada khutbah lebih utama daripada aktivitas lain, bahkan sekadar menegur teman.
Maka, berdzikir dengan suara atau gerakan yang mengganggu khutbah sebaiknya dihindari.
Tetapi, dzikir dalam hati tetap diperbolehkan selama tidak mengganggu konsentrasi mendengarkan khutbah.
Sikap terbaik adalah menghadirkan hati sepenuhnya untuk mendengarkan khutbah.
Baca Juga: Meraih Keberkahan Hari Jumat dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Khutbah Jumat: Ruang Perenungan Bersama
Khutbah Jumat adalah ruang perenungan kolektif umat Islam. Dari khutbah, jamaah mendapat nasihat moral, penguatan iman, sekaligus kesadaran sosial.
Bagi seorang khatib, menyampaikan khutbah bukan sekadar kewajiban mingguan, melainkan kesempatan mulia untuk membimbing jamaah. Dan bagi jamaah, mendengarkan khutbah bukan rutinitas pasif, melainkan kesempatan memperbaiki diri.
Maka, khutbah Jumat bisa menjadi salah satu momen paling berharga dalam seminggu, bila dijalani dengan penuh kesadaran.