shufah

4 Hal Penting Tentang Khutbah Jumat yang Sering Ditanyakan

Senin, 8 September 2025 | 09:00 WIB
Khutbah Jumat yang Sering Ditanyakan (Ilustrasi)


IFA.id –
Suasana Jumat siang selalu punya nuansa berbeda. Jalanan mendadak lebih ramai, toko-toko kecil ada yang tutup sebentar, dan masjid dipenuhi orang-orang dari berbagai lapisan. Semua menuju satu tujuan: salat Jumat. Namun, sebelum iqamah dikumandangkan, ada satu ritual yang tak kalah penting: khutbah Jumat.

Meski sering mendengar khutbah setiap pekan, tidak sedikit jamaah yang masih bertanya-tanya: apa saja isi khutbah? bagaimana dengan rukunnya? apa yang dibaca di sela dua khutbah? bahkan, apakah berdzikir ketika khutbah diperbolehkan? Mari kita kupas satu per satu dengan bahasa ringan agar lebih mudah dipahami.

Isi Khutbah Jumat: Lebih dari Sekadar Pidato

Khutbah Jumat bukanlah ceramah biasa. Ia bagian dari syarat sahnya salat Jumat. Tanpa khutbah, salat Jumat tidak bisa digantikan begitu saja dengan salat Zuhur berjamaah.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, isi khutbah Jumat mencakup:

1. Pujian kepada Allah, minimal dengan bacaan alhamdulillah.
2. Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
3. Wasiat takwa, ajakan untuk selalu taat kepada Allah dalam segala kondisi.
4. Membaca ayat Al-Qur’an, biasanya satu ayat, yang relevan dengan tema khutbah.
5. Doa untuk kaum muslimin, terutama pada khutbah kedua.

Namun, lebih dari sekadar bacaan formal, khutbah adalah ruang nasihat sosial dan spiritual. Di beberapa masjid, khatib mengangkat tema akhlak sehari-hari, seperti pentingnya menjaga lisan. Di tempat lain, khatib bisa menyinggung isu kebangsaan, bencana alam, hingga perkembangan umat Islam di dunia.

Baca Juga: Berdzikir Setiap Hari: Ini Cara Mudah Mendapatkan Ketenangan Hati

Rukun Khutbah: Enam Syarat yang Tak Boleh Terlewat

Menurut jumhur ulama (Syafi’iyah, Hanabilah, dan Malikiyah), ada enam rukun khutbah yang wajib dipenuhi agar khutbah dianggap sah:

  1. Pujian kepada Allah – paling sedikit mengucapkan “Alhamdulillah” pada setiap khutbah.
  2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  3. Wasiat takwa – ajakan eksplisit untuk bertakwa.
  4. Membaca ayat Al-Qur’an – setidaknya satu ayat.
  5. Doa untuk kaum muslimin – terutama pada khutbah kedua.
  6. Rukun-rukun tersebut dibaca dalam bahasa Arab.

Hal ini disebutkan dalam Kitab *Fiqh Sunnah* karya Sayyid Sabiq, yang menegaskan bahwa khutbah adalah ibadah khusus sehingga rukunnya harus dipenuhi.

Namun, banyak khatib menambahkan terjemah atau penjelasan dalam bahasa lokal agar jamaah bisa memahami pesan yang disampaikan. Ini sesuai dengan anjuran Imam Ibn Qudamah dalam *Al-Mughni*, bahwa penyampaian khutbah boleh dilengkapi bahasa yang dimengerti jamaah agar nasihatnya tersampaikan.

Di Antara Dua Khutbah: Waktu Singkat Penuh Makna

Ketika khatib duduk sebentar di antara dua khutbah, diamnya khatib itu bukan sekadar jeda, melainkan bagian dari tata cara khutbah Jumat.

Menurut Imam Malik dalam Al-Muwaththa’, tidak ada bacaan khusus yang wajib diucapkan jamaah saat jeda tersebut. Namun, ulama menganjurkan agar jamaah memperbanyak doa dalam hati, memohon ampunan, atau sekadar diam sambil menunggu khutbah kedua dimulai.

Halaman:

Tags

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB