Niat Puasa Hari Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
(Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta‘ala.)
Niat Puasa Hari Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
(Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta‘ala.)
Baca Juga: Umroh di Era Digital: Ketika Niat Bertemu Teknologi
Doa ini sederhana, namun di dalamnya tersimpan niat besar: keinginan untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit.
IFA.id mengajak pembaca menjadikan dua hari itu bukan beban, melainkan waktu reset bagi tubuh dan jiwa.
Memulai puasa Senin Kamis tidak perlu dengan target besar.
Mulailah dengan satu pekan, lalu lanjutkan ke bulan berikutnya.
Jadikan rutinitas ringan seperti sahur sederhana, niat dalam hati, dan berbuka dengan air putih sebagai awal perubahan.
Tak perlu menunggu waktu ideal, karena waktu terbaik untuk memulai adalah sekarang.
Baca Juga: Langkah Kaki Menuju Baitullah: Rahasia Keberkahan di Setiap Putaran Thawaf
Beberapa tips praktis dari IFA.id agar konsisten:
-
Buat pengingat Senin dan Kamis di ponsel.
-
Siapkan menu sahur ringan seperti kurma, roti gandum, dan air putih.
Artikel Terkait
Fintech Syariah dan Masa Depan Umat: Saat Keuangan Halal Jadi Arus Utama
Ekonomi Syariah: Jalan Tengah Menuju Keadilan dan Keberkahan Umat