IFA.id -- Korea Selatan tengah menghadapi bencana ekologis besar. Dalam beberapa minggu terakhir, gelombang kebakaran hutan meluas di berbagai wilayah, terutama di daerah timur dan tenggara negara tersebut.
Tak hanya memaksa ribuan warga mengungsi, kebakaran ini juga melahap area yang dilindungi, termasuk situs warisan dunia UNESCO, mengancam warisan budaya dan ekosistem yang telah.
Apa yang Terjadi? Kronologi Kebakaran Hutan Korea Selatan 2025
Kebakaran hutan mulai terpantau sejak awal April 2025, bertepatan dengan musim semi yang lebih kering dari biasanya. Titik api pertama kali dilaporkan muncul di Provinsi Gangwon, sebuah wilayah berhutan lebat yang berbatasan langsung dengan Laut Timur. Dalam waktu kurang dari 48 jam, api menyebar dengan kecepatan tinggi akibat tiupan angin kencang dan suhu udara yang tinggi.
Kebakaran kemudian meluas ke provinsi Gyeongsang Utara dan bahkan mendekati kota-kota besar seperti Pohang dan Gyeongju—yang merupakan rumah bagi situs warisan dunia seperti Kompleks Kuil Bulguksa dan Gua Seokguram.
Menurut Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan, hingga 5 Mei 2025, lebih dari 12.000 hektar lahan hutan telah terbakar dan lebih dari 9.000 warga harus mengungsi. Skala bencana ini disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak kebakaran besar di tahun 2019.
Baca Juga: Dua Geopark Indonesia Resmi Ditetapkan Menjadi Geopark Global oleh UNESCO
Wilayah yang Paling Terdampak: Dari Pegunungan ke Kawasan Bersejarah
Beberapa wilayah terdampak paling parah meliputi:
-
Gangwon-do: Provinsi dengan kawasan hutan lebat yang menjadi titik awal kebakaran.
-
Uljin: Kabupaten pesisir timur yang sebagian besar warganya hidup dari hutan dan perikanan.
-
Gyeongju: Kota bersejarah yang dikenal dengan julukan "museum tanpa dinding", kini terancam oleh kobaran api.
-
Samcheok dan Donghae: Dua kota pesisir yang telah menetapkan status darurat karena kebakaran mendekati wilayah pemukiman.
Kebakaran di Gyeongju mendapat perhatian internasional karena kedekatannya dengan situs warisan dunia UNESCO. Walaupun api belum secara langsung membakar bangunan utama kompleks Kuil Bulguksa, api telah mendekati radius 2 km dari situs tersebut, menimbulkan kekhawatiran serius.
Dampak Kebakaran terhadap Situs Warisan Dunia
1. Kuil Bulguksa dan Gua Seokguram
Dua situs bersejarah yang merupakan simbol spiritual dan arsitektur Buddha di Korea ini kini dalam status siaga tinggi. Petugas kebakaran dan relawan bekerja 24 jam menjaga perimeter lokasi dari kemungkinan terkena percikan api.