IFA.id -- Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia.
Namun, bagaimana suasana Ramadhan di negara dengan populasi Muslim yang relatif kecil seperti Jepang dan Korea Selatan?
Baca Juga: Tradisi Ramadhan di Turki yang Masih Bertahan! Ini Kebiasaan Unik yang Harus Kamu Tahu
Berapa Banyak Muslim di Jepang dan Korea Selatan?
Jepang
Jepang memiliki populasi Muslim yang berkisar antara 200.000 hingga 300.000 orang. Mayoritas adalah pekerja migran, mahasiswa internasional, serta ekspatriat dari berbagai negara Muslim.
Korea Selatan
Di Korea Selatan, jumlah Muslim diperkirakan sekitar 150.000 hingga 200.000 orang, termasuk penduduk lokal yang menjadi mualaf serta pekerja asing dari negara-negara Islam.
Bagaimana Muslim Menjalankan Puasa di Jepang dan Korea Selatan?
1. Waktu Puasa yang Panjang
Karena Jepang dan Korea Selatan berada di belahan bumi utara, waktu puasa bisa lebih panjang, terutama saat Ramadhan jatuh di musim panas. Umat Islam di sana bisa berpuasa lebih dari 15 jam sehari.
2. Tantangan Berpuasa di Negara Minoritas Muslim
-
Kurangnya libur resmi: Tidak ada libur Ramadhan atau Idul Fitri di Jepang maupun Korea Selatan.
-
Makanan halal terbatas: Restoran halal masih jarang ditemukan, meskipun ada peningkatan jumlah restoran yang menyediakan menu halal.
-
Tidak banyak masjid: Masjid dan mushola masih terbatas, sehingga sulit bagi umat Islam untuk menunaikan shalat berjamaah, terutama tarawih.
Suasana Ramadhan di Jepang
1. Masjid dan Komunitas Muslim
Beberapa masjid besar di Jepang, seperti Tokyo Camii dan Masjid Kobe, menjadi pusat kegiatan Ramadhan bagi Muslim di Jepang. Masjid-masjid ini sering mengadakan:
-
Buka puasa bersama
-
Shalat tarawih berjamaah
-
Kajian Islami