IFA.id -- Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu. Zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.
Meskipun keduanya merupakan bentuk ibadah dalam Islam, terdapat perbedaan mendasar dalam tujuan, waktu pembayaran, serta cara menghitungnya.
1. Pengertian Zakat Fitrah dan Zakat Maal
a. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri dan solidaritas kepada sesama.
Dalil tentang zakat fitrah: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
b. Zakat Maal
Zakat maal adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang telah mencapai nisab dan haul (satu tahun kepemilikan), seperti emas, perak, penghasilan, hasil pertanian, perdagangan, dan lainnya.
Dalil tentang zakat maal: Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)
2. Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal
| Perbedaan | Zakat Fitrah | Zakat Maal |
|---|---|---|
| Sifat | Wajib bagi setiap Muslim, termasuk bayi yang lahir sebelum Idul Fitri | Wajib bagi pemilik harta yang telah mencapai nisab dan haul |
| Tujuan | Membersihkan jiwa dan membantu fakir miskin saat Idul Fitri | Membersihkan harta dan membantu yang membutuhkan |
| Waktu Pembayaran | Sebelum shalat Idul Fitri | Saat harta mencapai nisab dan haul |
| Bentuk Pembayaran | Berupa bahan makanan pokok atau uang setara | Berupa sebagian dari harta yang dimiliki (uang, emas, hasil pertanian, dll.) |
| Nisab | Tidak ada nisab, wajib bagi semua Muslim yang mampu | Ada nisab tertentu tergantung jenis hartanya |
| Besaran Zakat | 1 sha' (sekitar 2,5-3 kg) bahan makanan pokok | 2,5% untuk emas, uang, dan perdagangan; 5%-10% untuk hasil pertanian |
| Penerima Zakat | Fakir miskin | 8 golongan yang berhak menerima zakat (QS. At-Taubah: 60) |
3. Cara Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat Maal
a. Cara Menghitung Zakat Fitrah
Zakat fitrah dihitung berdasarkan makanan pokok yang umum dikonsumsi masyarakat, seperti beras, gandum, atau kurma.
Contoh perhitungan zakat fitrah:
-
Jika harga beras Rp15.000/kg, maka zakat fitrah setara dengan 2,5 kg x Rp15.000 = Rp37.500 per orang.
b. Cara Menghitung Zakat Maal
Zakat maal memiliki berbagai jenis, berikut perhitungan zakat maal berdasarkan jenisnya:
1) Zakat Emas dan Perak
-
Nisab: 85 gram emas atau 595 gram perak.