IFA.id -- Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Selain menjalankan ibadah puasa, salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah saat berbuka puasa.
Berbuka puasa menjadi waktu yang istimewa untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan lezat setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Namun, seringkali kita terlena dengan berbagai hidangan manis yang menggugah selera, sehingga lupa akan batasan dan dampak buruknya bagi kesehatan.
Mengapa Makanan Manis Begitu Menggoda Saat Berbuka Puasa?
Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun. Hal ini memicu otak untuk mengirimkan sinyal rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Makanan manis dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan memberikan energi instan, sehingga terasa sangat memuaskan setelah seharian menahan lapar.
Selain itu, faktor psikologis juga berperan penting. Makanan manis seringkali diasosiasikan dengan hadiah atau penghargaan. Setelah berhasil menahan diri dari makan dan minum selama berjam-jam, banyak orang merasa pantas untuk memanjakan diri dengan makanan manis saat berbuka puasa.
Faktor budaya dan tradisi juga turut memengaruhi. Di berbagai daerah, terdapat hidangan manis khas Ramadan yang selalu hadir saat berbuka puasa. Hal ini menciptakan kebiasaan dan ekspektasi untuk mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa.
Baca Juga: Dua Ruas Tol Trans-Sumatera Siap Diresmikan Buat Mudik Lebaran 2025
Dampak Buruk Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Meskipun makanan manis dapat memberikan energi instan dan terasa memuaskan, mengonsumsinya secara berlebihan saat berbuka puasa dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak buruk yang perlu Anda waspadai:
-
Lonjakan Gula Darah yang Drastis
Makanan manis, terutama yang mengandung gula sederhana seperti sukrosa dan fruktosa, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Lonjakan gula darah ini dapat memicu pelepasan insulin secara berlebihan oleh pankreas.
Insulin berfungsi untuk memasukkan gula darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Namun, jika insulin dilepaskan terlalu banyak, kadar gula darah dapat turun terlalu rendah, menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.
Hipoglikemia dapat menyebabkan berbagai gejala seperti lemas, pusing, gemetar, berkeringat dingin, sulit berkonsentrasi, dan bahkan pingsan.
Selain itu, lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan manis.
-
Resistensi Insulin dan Risiko Diabetes Tipe 2
Tags
Terkini
Paska PKN Kader PMII Jakarta Gelar Aksi Sosial “Semangat Berbagi di Bulan Suci Ramadan”
Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:40 WIBSengketa Properti di Kota Wisata Picu Intimidasi, Call Center 110 Tak Respons saat Minta Penghuni Rumah Pertolongan
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:19 WIBUpaya Paksa Ditempuh, Ramses Sinurat Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Bekasi Akhirnya Ditangkap
Minggu, 15 Februari 2026 | 15:57 WIBOrtu Korban Sebut Punya Bukti Keterlibatan Yayasan Advent 14 Bekasi dalam Tuntutan Rp10 Triliun
Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:57 WIBBelum Ditangkap Pelaku, Orang Tua Korban Cabul Anak Malah Dihadapkan Gugatan Rp10 Triliun!
Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:58 WIBMerasa Ditekan dan Diancam, Orang Tua Korban Pencabulan Anak di Bekasi Curhat ke DPR!
Selasa, 3 Februari 2026 | 18:06 WIBDari Tiket Pesawat ke IGD, Alasan Mangkir Ramses Sinurat Dinilai Berpotensi Hambat Penyidikan!
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:43 WIBNarasi Prematur Dipersoalkan, Kronologi Lengkap Penetapan Ramses Sinurat Ungkap Proses Sesuai KUHAP!
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:27 WIBCatatan Seorang Pengamat Kehidupan
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIBPendidikan sebagai Jalan Pembebasan dan Kesetaraan Sosial
Rabu, 7 Januari 2026 | 11:59 WIBTak Kooperatif dan Diduga Melarikan Diri, Ramses Sinurat Abaikan Pemeriksaan Kasus Kekerasan Anak
Rabu, 31 Desember 2025 | 17:19 WIBKasus Rudapaksa di SD Advent XIV Bekasi Masih Jalan Ditempat
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:11 WIBKomisi XIII DPR RI Hadirkan LPSK, Komnas Perempuan & KPAI Usut Kasus SD Advent Bekasi
Rabu, 10 Desember 2025 | 22:31 WIBKronologi Kasus Rudapaksa di Bekasi Dialami Anak SD, Kasusnya Mandek di Tengah Jalan
Selasa, 9 Desember 2025 | 10:20 WIBSedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari
Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIBProgram Air Bersih AQUA Ciherang Bantu 7.110 Warga, Ini Soal Isu Kekeringan
Kamis, 20 November 2025 | 18:16 WIB250 ASN Pemkot Bekasi Resmi Dilantik, Sardi Efendi Minta Pejabat Baru Tunjukkan Kinerja Nyata
Rabu, 19 November 2025 | 16:48 WIBPerkuat Komunikasi, DPRD Kota Bekasi Dorong Pembangunan Sekretariat RW di Seluruh Wilayah Kota
Rabu, 19 November 2025 | 16:42 WIBRotasi 250 ASN, DPRD Kota Bekasi Panggil BKPSDM dan Sekda untuk Klarifikasi
Rabu, 19 November 2025 | 16:39 WIBRealisasi PAD Kota Bekasi Baru 66 Persen, DPRD Tegur Wali Kota dan Ingatkan Risiko Gagal Capai Target
Rabu, 19 November 2025 | 16:35 WIB