Kamis, 4 Juni 2026

Bolehkah Berbuka Puasa dengan Makanan Manis Berlebihan? Menelisik Dampak Buruknya Bagi Kesehatan

Puspita Sari, Ifa.id
- Selasa, 25 Februari 2025 | 21:30 WIB
Bolehkah Berbuka Puasa dengan Makanan Manis Berlebihan? Menelisik Dampak Buruknya Bagi Kesehatan (Foto/YouTube)
Bolehkah Berbuka Puasa dengan Makanan Manis Berlebihan? Menelisik Dampak Buruknya Bagi Kesehatan (Foto/YouTube)

Jika Anda sering mengonsumsi makanan manis berlebihan, tubuh Anda dapat menjadi resisten terhadap insulin.

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, sehingga gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk di dalam darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan saraf, dan kebutaan.

  • Kenaikan Berat Badan dan Obesitas

    Makanan manis umumnya tinggi kalori dan rendah nutrisi. Mengonsumsi makanan manis berlebihan dapat menyebabkan asupan kalori yang berlebihan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.

    Obesitas adalah kondisi medis yang ditandai dengan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, kanker, dan osteoarthritis.

  • Kerusakan Gigi

    Makanan manis mengandung gula yang dapat difermentasi oleh bakteri di dalam mulut. Proses fermentasi ini menghasilkan asam yang dapat mengikis lapisan enamel gigi dan menyebabkan kerusakan gigi atau karies.

    Karies gigi dapat menyebabkan berbagai masalah seperti nyeri gigi, infeksi, dan kesulitan mengunyah makanan. Jika tidak diobati, karies gigi dapat menyebabkan kehilangan gigi.

  • Gangguan Pencernaan

    Makanan manis, terutama yang mengandung pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, dan sakit perut.

    Selain itu, makanan manis dapat memperburuk gejala gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS).

  • Ketergantungan Gula

    Mengonsumsi makanan manis secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan gula. Gula dapat memicu pelepasan dopamin di otak, yaitu neurotransmitter yang terkait dengan perasaan senang dan penghargaan.

    Hal ini dapat menyebabkan Anda merasa ingin terus mengonsumsi makanan manis untuk mendapatkan perasaan senang tersebut.

  • Halaman:
    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

    Tags

    Artikel Terkait

    Terkini

    Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

    Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

    Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

    Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

    Terpopuler

    X