news

Mengqadha Puasa Ramadhan yang Terlewat! Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami

Selasa, 25 Februari 2025 | 12:57 WIB

IFA.id -- Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan, di mana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Namun, ada kalanya kita tidak dapat melaksanakan puasa Ramadhan secara penuh karena berbagai alasan yang dibenarkan syariat.

Lalu, bagaimana cara mengganti atau mengqadha puasa yang terlewat tersebut? Artikel ini akan membahas tuntas mengenai tata cara, niat, hukum, hingga pertanyaan-pertanyaan umum seputar qadha puasa Ramadhan.

Mengapa Qadha Puasa Ramadhan Itu Penting?

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Meninggalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat merupakan dosa.

Oleh karena itu, Allah memberikan keringanan (rukhsah) bagi mereka yang berhalangan untuk mengganti puasa yang terlewat di kemudian hari. Qadha puasa adalah bentuk tanggung jawab seorang Muslim untuk memenuhi kewajibannya kepada Allah SWT.

Selain itu, qadha puasa juga memiliki hikmah yang mendalam. Ia menjadi sarana untuk melatih diri dalam disiplin, meningkatkan ketakwaan, serta membersihkan diri dari dosa-dosa kecil.

Dengan mengqadha puasa, kita berharap dapat meraih kembali keberkahan dan pahala yang seharusnya kita dapatkan di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Panduan Adab Makan dan Minum dalam Islam: Sunnah Rasulullah SAW untuk Etika, Kesehatan, dan Keberkahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Siapa Saja yang Wajib Mengqadha Puasa?

Tidak semua orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan wajib mengqadha puasanya. Berikut adalah golongan orang yang wajib mengqadha puasa:

  1. Orang Sakit. Jika seseorang sakit dan tidak mampu berpuasa, ia wajib mengqadha puasanya setelah sembuh.

  2. Musafir. Seorang musafir (orang yang melakukan perjalanan jauh) diperbolehkan untuk tidak berpuasa, dan wajib menggantinya setelah kembali.

  3. Wanita Haid dan Nifas. Wanita yang sedang haid atau nifas haram berpuasa, dan wajib mengqadha puasanya setelah suci.

  4. Wanita Hamil dan Menyusui. Jika wanita hamil atau menyusui khawatir akan kesehatan dirinya atau bayinya jika berpuasa, mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan wajib menggantinya.

  5. Orang yang Meninggalkan Puasa dengan Sengaja. Orang yang meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat wajib mengqadha puasanya dan bertaubat kepada Allah SWT.

Niat Qadha Puasa Ramadhan Lafadz dan Waktunya

Niat adalah rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk qadha puasa Ramadhan. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar tiba. Berikut adalah lafadz niat qadha puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā.

Halaman:

Tags

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB