lFA.id -- Beberapa jam setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada 15 Januari 2025, serangan udara besar-besaran dilancarkan oleh Israel ke Gaza.
Laporan dari penduduk setempat dan otoritas Gaza menyebutkan bahwa serangan ini terjadi pada malam hari, saat warga Gaza merayakan kesepakatan tersebut.
Serangan udara tersebut menewaskan 32 orang dan menghancurkan sejumlah bangunan di berbagai wilayah, termasuk Rafah, Nusairat, dan Gaza Utara.
Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas: Harapan Baru bagi Warga Palestina
Serangan Israel berlanjut pada pagi hari 16 Januari 2025, meskipun kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan mediator dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat sudah diumumkan.
Militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan ini, dan hingga saat ini, belum ada laporan mengenai serangan dari Hamas ke Israel setelah pengumuman gencatan senjata tersebut.
Menurut seorang pejabat Palestina, para mediator terus berupaya mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan permusuhan sebelum gencatan senjata resmi dimulai pada 19 Januari 2025.
Baca Juga: Iran tentang gencatan senjata di Gaza: Keberhasilan bagi Palestina, kekalahan besar bagi Israel
Kesepakatan ini, yang dicapai setelah berbulan-bulan mediasi, mencakup penghentian pertempuran selama enam minggu, dengan pasukan Israel yang akan ditarik secara bertahap dari Gaza.
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Hamas setuju untuk membebaskan Sandra Israel, sementara Israel akan melepaskan tahanan Palestina.
Perdana Menteri Qatar, Syekh Muhammad bin Abdul Rahman al-Thani, mengumumkan bahwa gencatan senjata akan dimulai pada minggu depan, dan negosiator dari kedua belah pihak bekerja sama untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan ini.
Baca Juga: Hamas menyatakan terima kasih kepada beberapa negara yang telah membantu perjuangan rakyat Palestina
Gencatan senjata ini diharapkan dapat mengakhiri lebih dari 460 hari pertempuran yang telah menghancurkan Gaza dan menewaskan ribuan orang.
Pihak internasional terus memantau situasi dengan harapan bahwa kesepakatan ini dapat membawa perdamaian yang langgeng bagi Gaza dan wilayah sekitarnya.
Tags
Artikel Terkait
-
Sejarah Konflik Hamas dengan Israel: Perjalanan Kekerasan yang Berkelanjutan
-
Perjanjian Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, Mengakhiri Konflik yang Terkonsolidasi Selama Lebih dari 460 Hari
-
Hamas menyatakan terima kasih kepada beberapa negara yang telah membantu perjuangan rakyat Palestina
-
Iran tentang gencatan senjata di Gaza: Keberhasilan bagi Palestina, kekalahan besar bagi Israel
-
Gencatan Senjata Israel-Hamas: Harapan Baru bagi Warga Palestina