Pernyataan tersebut disampaikan oleh Khil alhya, anggota Biro Politik Hamas, setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.
Alhya menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada negara-negara yang telah memberikan dukungan kepada Palestina dalam berbagai bidang, termasuk Turki, Afrika Selatan, Aljazair, Rusia, Cina, Malaysia, dan Indonesia.
Baca Juga: Perjanjian Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, Mengakhiri Konflik yang Terkonsolidasi Selama Lebih dari 460 Hari
Alhya juga menekankan rasa bangga dan hormatnya kepada rakyat Gaza yang telah menunjukkan ketahanan luar biasa.
Selain itu, ia memuji peran Qatar dan Mesir yang memiliki kontribusi signifikan dalam negosiasi gencatan senjata sejak awal hingga tercapainya kesepakatan.
Dalam pernyataannya, alhya menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan melupakan siapa pun yang terlibat dalam perjuangan mereka, baik secara terbuka maupun diam-diam.
Baca Juga: Sejarah Konflik Hamas dengan Israel: Perjalanan Kekerasan yang Berkelanjutan
Lebih lanjut, alhya menyatakan bahwa Israel telah gagal mencapai tujuannya, meskipun berusaha secara terang-terangan maupun diam-diam.
Ia menambahkan bahwa Palestina berkomitmen untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang yang terjadi sejak Oktober 2023. Kerusakan besar yang ditinggalkan perang tersebut telah meluluhlantakkan kota Gaza, namun optimisme untuk pemulihan tetap kuat di kalangan warga Palestina.
Artikel Terkait
Festival Budaya Turki Ethnosport: Gelar Acara untuk Menghormati Korban Anak-Anak Palestina yang Tewas Akibat Serangan Israel di Jalur Gaza
Ketegangan Israel-Hamas: Krisis yang Berkepanjangan
Gencatan Senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza: Peluang Baru untuk Perdamaian
Sejarah Konflik Hamas dengan Israel: Perjalanan Kekerasan yang Berkelanjutan
Perjanjian Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, Mengakhiri Konflik yang Terkonsolidasi Selama Lebih dari 460 Hari