Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah Konflik Hamas dengan Israel: Perjalanan Kekerasan yang Berkelanjutan

Kalih Putra, Ifa.id
- Kamis, 16 Januari 2025 | 16:32 WIB
Ilustrasi Hamas ((Freepik))
Ilustrasi Hamas ((Freepik))

lFA.id -- Hamas organisasi militan Islam yang didirikan pada akhir 1980-an, telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam konflik Israel-Palestina.

Sejak pertama kali muncul, Hamas terlibat dalam serangkaian pertempuran dengan Israel, bertujuan untuk mengusir negara tersebut dari wilayah yang mereka klaim sebagai Palestina dan membangun negara Islam Palestina.

Konflik ini telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, menyebabkan ribuan korban jiwa dan berdampak besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Gencatan Senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza: Peluang Baru untuk Perdamaian

Latar Belakang Pembentukan Hamas

Hamas dibentuk pada Desember 1987 sebagai cabang Ikhwanul Muslimin di Palestina, bertepatan dengan dimulainya Intifada Pertama (pemberontakan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel).

Tujuan utama Hamas adalah mendirikan negara Palestina yang merdeka berdasarkan hukum Islam, dan menentang keberadaan Israel di wilayah tersebut. Melalui kekerasan, Hamas mulai menyerang tentara Israel dan warga sipil Israel.

Pada awalnya, mereka menargetkan pasukan Israel dan infrastruktur militer, namun kemudian juga melakukan serangan bom bunuh diri dan roket terhadap warga sipil Israel.

Baca Juga: Wisata Kuliner Halal di Bogor: Rekomendasi Tempat Makan Favorit

Perang dan Serangan yang Berulang

Konflik antara Hamas dan Israel mulai meningkat pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Setelah kegagalan perundingan perdamaian Oslo pada 1993, yang berusaha menyelesaikan sengketa Israel-Palestina.

Hamas semakin memperkuat serangan terhadap Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai upaya perdamaian yang tidak memberikan kemerdekaan bagi Palestina.

Pada 2006, Hamas memenangkan pemilu legislatif Palestina dan merebut kekuasaan di Gaza setelah pertempuran sengit dengan faksi Palestina lainnya, terutama Fatah.Pengambilalihan ini menyebabkan perpecahan politik antara Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang dikuasai oleh Otoritas Palestina yang dipimpin Fatah.

Baca Juga: Menjelajahi Glodok: Tempat Makan Halal Favorit yang Wajib Dicoba

Sejak saat itu, Hamas menjadi salah satu kekuatan dominan dalam konflik dengan Israel. Konflik besar antara Hamas dan Israel mulai terjadi setelah Hamas menguasai Gaza. Pada 2008, Israel meluncurkan Operasi Cast Lead untuk menanggapi peluncuran roket dari Gaza.

Perang ini berlanjut hingga 2009 dan mengakibatkan ribuan korban jiwa di Gaza serta kerusakan infrastruktur yang luas. Setelah itu, gencatan senjata sering dilanggar, dan serangan roket serta serangan udara Israel terus berlanjut dalam siklus kekerasan yang tidak terputus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X