Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah Konflik Hamas dengan Israel: Perjalanan Kekerasan yang Berkelanjutan

Kalih Putra, Ifa.id
- Kamis, 16 Januari 2025 | 16:32 WIB
Ilustrasi Hamas ((Freepik))
Ilustrasi Hamas ((Freepik))

Perang Gaza 2014 dan Beberapa Perang Besar

Pada 2014, ketegangan antara Hamas dan Israel mencapai puncaknya dalam perang yang dikenal sebagai Operasi Protective Edge. Israel melakukan serangan udara besar-besaran untuk menghancurkan terowongan-terowongan bawah tanah dan fasilitas militer Hamas.

Baca Juga: Ketegangan Israel-Hamas: Krisis yang Berkepanjangan

Di sisi lain, Hamas melancarkan roket ke wilayah Israel. Konflik ini berlangsung selama lebih dari 50 hari, menyebabkan lebih dari 2.000 korban jiwa di Gaza dan ribuan lainnya terluka. Israel juga mengalami kerugian meskipun berhasil mengurangi jumlah korban jiwa dengan sistem pertahanan Iron Dome.

Setelah 2014, beberapa gencatan senjata tercapai, namun ketegangan tidak pernah sepenuhnya hilang. Operasi militer dan serangan roket terus terjadi, baik dalam skala besar maupun kecil, mengarah pada lebih banyak kematian dan kehancuran.

Penyebab dan Akar Konflik

Konflik ini memiliki banyak akar penyebab yang saling terkait. Salah satu yang paling signifikan adalah perbedaan ideologi antara Hamas dan Israel.

Baca Juga: Wisata Kuliner Halal di Bogor: Rekomendasi Tempat Makan Favorit

Hamas menolak pengakuan terhadap negara Israel dan bertekad mendirikan negara Palestina di seluruh wilayah yang saat ini dikuasai Israel. Sebaliknya, Israel berpegang pada klaim historis dan keamanan atas wilayah yang mereka kuasai.

Selain itu, kondisi kemanusiaan yang buruk di Gaza, diperparah oleh blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir, turut memperburuk ketegangan.

Hamas memandang blokade ini sebagai bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina, sementara di sisi lain, Israel menganggap Hamas sebagai ancaman utama karena kelompok ini terus melancarkan roket dan berusaha menggulingkan Israel.

Baca Juga: Inspirasi dari Kehidupan Umar bin Khattab Keadilan dan Kesederhanaan

Dampak dan Harapan untuk Masa Depan

Konflik ini telah menyebabkan penderitaan besar bagi warga Palestina di Gaza dan warga Israel di wilayah yang terkena roket. Meski upaya perdamaian internasional terus dilakukan, termasuk gencatan senjata yang difasilitasi oleh negara-negara seperti Mesir dan Qatar, solusi politik yang langgeng dan adil masih belum tercapai.

Israel terus memperkuat langkah-langkah keamanannya, sementara Hamas berusaha mempertahankan kendali atas Gaza. Harapan akan perdamaian jangka panjang tetap jauh dari kenyataan, mengingat perbedaan politik dan ideologi yang mendalam antara kedua belah pihak.

Oleh karena itu, meski gencatan senjata dapat memberikan ketenangan sementara, perdamaian yang permanen sulit tercapai tanpa adanya kesepakatan yang lebih komprehensif.

Baca Juga: Islam Mengajarkan Pentingnya Menjaga Nikmat Kesehatan dengan Berolahraga

Seiring waktu, konflik ini tetap menjadi salah satu tantangan terbesar bagi stabilitas Timur Tengah, dengan dampak yang dirasakan tidak hanya oleh Israel dan Palestina, tetapi juga oleh dunia internasional yang berusaha mencari solusi damai yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X