Kamis, 4 Juni 2026

Khalifah Utsman bin Affan dan Kodifikasi Al-Qur'an: Langkah Penting Menjaga Kemurnian Wahyu

- Rabu, 16 April 2025 | 19:42 WIB
Khalifah Utsman bin Affan dan Kodifikasi Al-Qur'an: Langkah Penting Menjaga Kemurnian Wahyu (Foto/Pinterest.)
Khalifah Utsman bin Affan dan Kodifikasi Al-Qur'an: Langkah Penting Menjaga Kemurnian Wahyu (Foto/Pinterest.)

 

IFA.id -- Kodifikasi Al-Qur’an adalah salah satu momen penting dalam sejarah Islam. Proses ini memastikan bahwa wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tetap terjaga keasliannya dari masa ke masa.

Salah satu tokoh sentral dalam proses ini adalah Khalifah Utsman bin Affan RA, khalifah ketiga setelah Rasulullah wafat.

Siapa Utsman bin Affan?

Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kedermawanan, kesalehan, dan kepribadiannya yang lembut. Ia lahir di kalangan bangsawan Quraisy dari suku Umayyah dan merupakan salah satu dari orang pertama yang masuk Islam.

Utsman juga dikenal sebagai suami dari dua putri Rasulullah, Ruqayyah dan kemudian Ummu Kultsum, sehingga mendapat julukan "Dzun Nurain" (pemilik dua cahaya). Ia menjadi khalifah ketiga setelah wafatnya Umar bin Khattab, dan memimpin umat Islam selama sekitar 12 tahun.

Latar Belakang Kodifikasi Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun melalui malaikat Jibril. Dalam prosesnya, banyak sahabat yang menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan sebagian menuliskannya di berbagai media seperti pelepah kurma, kulit binatang, dan tulang belulang.

Pada masa Nabi, belum ada mushaf (kitab) yang berbentuk baku seperti sekarang. Ayat-ayat Al-Qur’an tersebar dan ditulis secara terpisah. Setelah Rasulullah wafat, para sahabat mulai menyadari pentingnya mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu kitab untuk menghindari perpecahan.

Kodifikasi pertama terjadi pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq, atas usulan Umar bin Khattab. Namun, versi ini belum tersebar luas, hanya disimpan oleh Hafshah binti Umar.

Mengapa Utsman Membuat Kodifikasi Ulang?

Kodifikasi ulang dilakukan pada masa pemerintahan Utsman bin Affan karena terjadi perbedaan cara membaca (qira'at) di berbagai wilayah Islam yang semakin meluas. Perbedaan ini mengancam persatuan umat.

Ketika pasukan Muslim dari berbagai daerah seperti Kufah, Basrah, dan Syam berkumpul untuk jihad, mereka mulai memperdebatkan bacaan Al-Qur’an satu sama lain. Hudzaifah bin al-Yaman yang menyaksikan langsung peristiwa ini mengusulkan kepada Utsman agar segera menyatukan bacaan Al-Qur’an agar tidak terjadi perpecahan seperti halnya umat Yahudi dan Nasrani.

Baca Juga: Sejarah Khalifah Umar bin Khattab: Ekspansi Islam ke Berbagai Wilayah

Proses Kodifikasi Al-Qur’an pada Masa Utsman

  1. Pembentukan Tim Penulis Mushaf Utsman membentuk tim yang terdiri dari sahabat-sahabat terpercaya, antara lain:

    • Zaid bin Tsabit (ketua tim)

    • Abdullah bin Zubair

    • Said bin al-As

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X