Kamis, 4 Juni 2026

Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah: Awal Kebangkitan Islam

- Selasa, 8 April 2025 | 22:56 WIB
Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah: Awal Kebangkitan Islam (Foto/Pinterest.)
Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah: Awal Kebangkitan Islam (Foto/Pinterest.)

 

IFA.id -- Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat. Peristiwa ini adalah titik balik dalam sejarah Islam yang menandai awal dari kebangkitan peradaban Muslim.

Hijrah menjadi momen penting yang diabadikan dalam penanggalan Islam, menandakan dimulainya kalender Hijriah.

Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hijrah ini? Bagaimana prosesnya? Dan mengapa hijrah menjadi peristiwa monumental dalam sejarah Islam?

Latar Belakang Peristiwa Hijrah

Sebelum hijrah, umat Islam di Makkah mengalami tekanan berat. Dakwah yang dibawa Nabi Muhammad SAW mendapat perlawanan sengit dari kaum Quraisy. Mereka menganggap ajaran tauhid yang dibawa Rasulullah sebagai ancaman terhadap struktur sosial dan kekuasaan mereka yang didominasi oleh penyembahan berhala.

Penindasan terhadap umat Islam semakin menjadi-jadi. Banyak sahabat yang disiksa, diasingkan, bahkan dibunuh karena memeluk Islam. Dalam kondisi ini, Rasulullah tetap bersabar dan melanjutkan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Namun, setelah lebih dari satu dekade berdakwah di Makkah tanpa hasil signifikan dalam mengubah tatanan masyarakat Quraisy, Rasulullah mencari jalan lain untuk membangun masyarakat yang menerima nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Sejarah Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Awal Hubungan dengan Madinah

Madinah (dulu bernama Yatsrib) adalah kota yang terdiri dari berbagai suku, termasuk suku Aus dan Khazraj, serta komunitas Yahudi. Kota ini sering dilanda konflik antar suku. Ketika mendengar tentang ajaran Islam, beberapa penduduk Madinah merasa bahwa ajaran Nabi Muhammad bisa menjadi solusi untuk konflik mereka.

Pada musim haji, sekelompok orang Madinah menemui Nabi Muhammad di Aqabah. Pertemuan ini dikenal sebagai Bai'at Aqabah Pertama. Mereka menyatakan keimanan kepada Islam dan berjanji menyebarkannya di Madinah.

Setahun kemudian, Bai'at Aqabah Kedua dilakukan. Dalam perjanjian ini, sekitar 75 orang dari Madinah berjanji akan melindungi Rasulullah jika beliau hijrah ke kota mereka. Inilah awal dari rencana hijrah Nabi dan para sahabatnya.

Persiapan Hijrah

Hijrah tidak dilakukan sembarangan. Rasulullah menyusun strategi matang. Pertama, beliau mengizinkan para sahabat berhijrah lebih dahulu secara diam-diam agar tidak memicu kecurigaan Quraisy. Sahabat-sahabat seperti Abu Salamah, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan termasuk di antara yang lebih dahulu hijrah.

Sementara itu, kaum Quraisy semakin khawatir dengan pengaruh Islam yang mulai meluas ke luar Makkah. Mereka pun merancang rencana untuk membunuh Nabi Muhammad agar dakwah Islam bisa dihentikan selamanya.

Namun Allah SWT memberi petunjuk kepada Rasulullah untuk segera berhijrah. Bersama sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, beliau memulai perjalanan bersejarah ini.

Baca Juga: Mudik Murah? Ini Tips Berburu Tiket Diskon dan Cashback!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X