Menariknya, banyak penelitian psikologi hari ini mulai mengungkap bahwa kebiasaan spiritual membantu menstabilkan sistem saraf, menurunkan stres, dan meningkatkan empati.
Baca Juga: Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat
Ini selaras dengan praktik Islam yang sejak awal mengarahkan umatnya untuk memiliki rutinitas ibadah yang konsisten. Shalat lima waktu misalnya, adalah bentuk mindfulness paling teratur dalam kehidupan seorang Muslim.
Pada saat seseorang berdiri, membaca Al Fatihah, rukuk, sujud, lalu duduk tenang, tubuh terlibat dalam serangkaian gerakan yang memengaruhi sistem saraf. Sujud, khususnya, adalah posisi yang merendahkan diri secara total.
Para ahli saraf menyebut posisi ini membantu menenangkan bagian otak yang bertanggung jawab atas rasa cemas. Islam telah mengajarkan ritme ibadah ini selama berabad abad.
Dari seluruh ajaran itu, muncul satu kesimpulan: ketenangan hati adalah hasil dari hubungan yang sehat antara pikiran, perasaan, dan iman. Islam tidak menuntut umatnya menjadi sempurna. Yang diminta adalah berusaha, lalu kembali kepada Allah setiap kali hati mulai berat.
Baca Juga: Keutamaan Kurma dalam Ajaran Islam
IFA.id menambahkan bahwa kesehatan mental dalam Islam bukan hanya untuk mengatasi masalah pribadi. Ia juga membangun karakter sosial. Jiwa yang tenang lebih mudah memaafkan, lebih gampang berempati, dan lebih mampu menghadapi pertentangan hidup.
Dalam konteks masyarakat yang serba cepat, kehadiran hati yang tenang bisa menjadi oase bagi orang di sekitarnya.
Jika ada satu pesan yang ingin ditekankan, itu adalah bahwa ketenangan hati bukan sesuatu yang datang tiba tiba. Ia hadir melalui kebiasaan, latihan, dan kesadaran setiap hari.
Mulai dari dzikir ringan, membaca Al Qur’an walau hanya beberapa ayat, menjaga waktu shalat, sampai mempraktikkan sabar dan syukur dalam situasi kecil.
Baca Juga: Program Air Bersih AQUA Ciherang Bantu 7.110 Warga, Ini Soal Isu Kekeringan
Pada akhirnya, sakinah dan thuma’ninah bukan konsep teoritis. Keduanya adalah pengalaman yang bisa dirasakan ketika hati benar benar bergantung kepada Allah.
Dan ketika ketenangan itu hadir, seseorang akan menyadari bahwa kesehatan mental dalam Islam bukan hanya bentuk perawatan diri, tetapi juga wujud cinta Allah kepada hamba Nya.
Doa Penenangkan Hati
Artikel Terkait
Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan
Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam
Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama
Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi