IFA.id - merangkum satu hal penting yang sering terlupa ketika hidup bergerak terlalu cepat: setiap jiwa membutuhkan ruang untuk tenang, berhenti sejenak, dan kembali kepada dirinya sendiri.
Banyak yang mencari ketenangan melalui berbagai metode modern, mulai dari meditasi, journaling, hingga terapi pernapasan. Semua itu baik, namun Islam sebenarnya sudah lama menawarkan fondasi kesehatan mental yang sangat kuat lewat konsep sakinah dan thuma’ninah.
Ketenangan hati bukan sekadar suasana emosional singkat, melainkan kondisi batin yang stabil. Sakinah berarti keteduhan jiwa, sementara thuma’ninah menggambarkan keadaan ketika hati mantap dan tidak terguncang oleh badai dunia.
Islam melihat kesehatan mental bukan hanya soal mengelola stres, tetapi juga menata hati agar mampu menjalani hidup dengan kejernihan dan keseimbangan.
Baca Juga: Kurma Ajwa dan Kisah Keutamaannya
IFA.id mencatat bahwa konsep kesehatan mental dalam Islam selalu terikat pada hubungan antara manusia dan sumber ketenangan tertinggi: Allah.
Bukan karena manusia tidak boleh merasa sedih atau cemas, tetapi karena kesedihan dan kecemasan memiliki tempatnya sendiri dalam perjalanan spiritual.
Pernah ada masa ketika seseorang merasa hidup berputar seperti roda yang tak mau berhenti. Tuntutan pekerjaan menumpuk, keluarga membutuhkan banyak perhatian, dan pikiran penuh dengan kekhawatiran yang sulit dikendalikan.
Dalam situasi seperti itu, manusia sering lupa bahwa ada satu pintu yang tidak pernah tertutup: kembali kepada Allah dengan kesadaran penuh.
Baca Juga: Tradisi Mengonsumsi Kurma di Kalangan Muslim
Al Qur’an sendiri menyatakan dengan sangat jelas: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”Ayat ini bukan puitis belaka, melainkan penjelasan psikologi spiritual yang sangat mendalam.
Ketika pikiran sibuk mencari tempat berpijak, dzikir justru berperan sebagai jangkar batin yang menahan seseorang agar tidak terseret arus kecemasan.
IFA.id melansir pandangan beberapa ulama yang menyebut bahwa dzikir bukan sekadar ritual verbal. Ia adalah latihan mental, sebuah proses di mana hati dilatih untuk menaruh fokus pada satu titik yang stabil.
Artikel Terkait
Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan
Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam
Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama
Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi