Rakaat kedua: Adh-Dhuha
Namun boleh membaca surah lain sesuai kemampuan.
Baca Juga: Mengapa Puasa Senin Kamis Dinilai Sunnah Paling “Mudah Tapi Mendalam
5. Doa Sholat Dhuha Lengkap
Allāhumma innad-dhuha’a dhuha’uka, wal-bahā’a bahā’uka, wal-jamāla jamāluk, wal-quwwata quwwatuk, wal-qudrata qudratuk, wal-‘ishmata ‘ishmatuk.
Allāhumma in kāna rizqī fis-samā’i fa-anzilhu, wa in kāna fil-ardi fa-akhrijhu, wa in kāna mu‘assaran fa-yassirhu, wa in kāna harāman fa-thahhirhu, wa in kāna ba‘īdan fa-qarribhu, bi haqqi dhuha’ika, wa bahā’ika, wa jamālika, wa quwwatika, wa qudratika, ātini mā ataita ‘ibādakas-shālihīn.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu waktu-Mu, keagungan itu keagungan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, dan kekuasaan itu kekuasaan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku ada di langit, turunkanlah; jika di bumi, keluarkanlah; jika sulit, mudahkanlah; jika haram, sucikanlah; dan jika jauh, dekatkanlah. Dengan kebenaran waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, anugerahkanlah kepadaku sebagaimana Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Baca Juga: Hikmah Spiritual Puasa Senin Kamis: Mendekatkan Diri di Tengah Kesibukan
Doa ini mencerminkan permohonan menyeluruh — tidak hanya meminta harta, tetapi juga kemudahan, keberkahan, dan ketenangan dalam mencari rezeki.
Salah satu kisah menarik datang dari almarhum Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau Buya Hamka. Dalam catatan biografinya, beliau dikenal sangat menjaga waktu dhuha. Bahkan di tengah jadwal padat sebagai ulama dan penulis, ia tetap meluangkan waktu untuk sholat dhuha.
Ketika ditanya rahasia semangat dan produktivitasnya, beliau hanya menjawab singkat: “Dhuha adalah waktu terbaik untuk menata niat sebelum dunia menata kita.”
Ungkapan ini menggambarkan esensi sejati dhuha: momen menata diri sebelum terjerat kesibukan dunia.
Baca Juga: Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Puasa Senin Kamis yang Belum Banyak Diketahui
IFA.id merangkum berbagai manfaat spiritual dan psikologis dari sholat dhuha yang banyak disepakati ulama dan praktisi:
-
Mendatangkan ketenangan batin. Karena diawali dengan dzikir dan syukur.
-
Meningkatkan fokus kerja. Otak berada pada kondisi alfa yang tenang.
Artikel Terkait
Keberkahan Bisnis Umroh: Antara Amanah, Niat, dan Peluang Pahala
Umroh Bersama Keluarga: Menyulam Cinta di Tanah Suci
Kisah Inspiratif Orang yang Merasakan Perubahan Hidup lewat Puasa Senin Kamis