Fenomena ini memperlihatkan bahwa sholat dhuha bukan sekadar ritual, melainkan ritme spiritual yang membentuk pola pikir produktif dan hati yang lapang.
Baca Juga: Doa, Niat & Adab Puasa Senin Kamis: Semua yang Perlu Diketahui
Dari sudut pandang ilmiah, waktu dhuha adalah waktu emas bagi tubuh manusia. Saat itu, hormon serotonin hormon kebahagiaan sedang tinggi. Udara segar, sinar matahari hangat, dan tubuh baru aktif setelah istirahat.
IFA.id mencatat hasil riset dari Harvard Medical School (2021) yang menyebutkan bahwa aktivitas ringan di pagi hari seperti meditasi atau doa mampu meningkatkan fokus hingga 30% dan menurunkan stres 25%.
Sholat dhuha memiliki efek serupa: gerakan lembut yang disertai dzikir dan ketenangan batin memberi dampak langsung pada sistem saraf. Dengan kata lain, dhuha bukan hanya ibadah, tapi juga terapi spiritual dan psikologis.
Maka tak heran bila banyak yang merasakan “rezeki lancar” setelah istiqamah melaksanakannya. Pikiran lebih jernih, hati lebih ringan, dan langkah terasa lebih terarah.
Baca Juga: Panduan Praktis Menjalani Puasa Senin Kamis agar Konsisten Sepanjang Tahun
IFA.id merangkum tata cara sholat dhuha berdasarkan sumber-sumber fikih terpercaya.
1. Niat Sholat Dhuha
Boleh diucapkan dalam hati atau dengan lafaz berikut:
Ushalli sunnatadh-dhuha rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
2. Waktu Sholat Dhuha
Mulai setelah matahari naik setinggi tombak (sekitar pukul 07.00) hingga sebelum masuk waktu zuhur (sekitar pukul 11.00).
3. Jumlah Rakaat
Minimal 2 rakaat, maksimal 12 rakaat. Dilakukan dua rakaat sekali salam.
4. Bacaan Surah yang Dianjurkan
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca:
-
Rakaat pertama: Asy-Syams
Artikel Terkait
Keberkahan Bisnis Umroh: Antara Amanah, Niat, dan Peluang Pahala
Umroh Bersama Keluarga: Menyulam Cinta di Tanah Suci
Kisah Inspiratif Orang yang Merasakan Perubahan Hidup lewat Puasa Senin Kamis