Ketika seseorang mendapatkan cahaya ilmu, ada hal yang berubah dari cara ia melihat dunia. Ia tidak lagi mudah bereaksi. Ia lebih banyak merenung. Ia lebih selektif dalam memilih kata.
Baca Juga: Air Zamzam sebagai Simbol Doa dan Pengharapan dalam Kehidupan Muslim
Cahaya ilmu juga membuat seseorang lebih rendah hati. Ulama mengatakan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin ia sadar akan luasnya ketidaktahuan. Cahaya tidak membuat seseorang merasa terang, tetapi membuat ia melihat betapa luasnya gelap yang belum ia jelajahi.
Bagaimana Menjemput Cahaya Ilmu
Para ulama memberikan beberapa langkah sederhana:
Pertama, membersihkan niat.
Kedua, menjaga adab: baik terhadap guru, terhadap ilmu, maupun terhadap sesama.
Ketiga, konsisten dalam belajar, meski sedikit.
Keempat, menghindari hal yang menggelapkan hati.
Kelima, mengamalkan ilmu meskipun hanya satu bagian kecil.
IFA.id melihat bahwa langkah-langkah ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mental. Ketenangan mental dan kebersihan hati adalah ruang yang tepat bagi cahaya untuk hadir.
Cahaya yang Menuntun Jalan
Pada akhirnya, ilmu bukan sekadar bacaan. Ia adalah cahaya yang menuntun manusia untuk menjadi lebih baik setiap hari. Cahaya yang membuat seseorang berjalan dengan yakin meski dunia berubah dengan cepat.
Baca Juga: Keistimewaan Air Zamzam sebagai Karunia Penyembuh dalam Islam
Ketika ulama menyebut ilmu sebagai cahaya, mereka tidak sedang memberikan pujian kepada orang pintar. Mereka sedang memberikan hadiah bagi siapa pun yang mau membuka hati.
Karena cahaya tidak memilih siapa yang paling intelektual. Ia memilih siapa yang paling bersungguh-sungguh.
Doa Memohon Cahaya Ilmu
اللهم انفعنا بما علمتنا وعلّمنا ما ينفعنا وزدنا علما ونورا وهدى
Allahumma unfa’na bima ‘allamtana wa ‘allimna ma yanfa’una wa zidna ‘ilman wa nuran wa huda.