Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Nabi Nuh AS mengatakan bahwa istighfar dapat mendatangkan hujan, kekuatan, harta, dan anak-anak. Artinya, istighfar bukan sekadar ucapan maaf pada Allah, tetapi pembuka jalan kehidupan.
Di era ketika kehidupan serba cepat dan penuh tekanan, memperbanyak istighfar pada Jumat menjadi bentuk jeda spiritual yang membantu seseorang kembali kepada dirinya.
6. Mandi Jumat, Wangi-Wangian, dan Adab: Menjemput Rezeki Melalui Kerapian
Tidak semua orang memandang mandi Jumat dan memakai wangi-wangian sebagai amalan yang berkaitan dengan rezeki. Namun jika dilihat dari sisi sosial, amalan ini menciptakan kesan baik, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membuat hubungan antar manusia lebih harmonis.
Dalam Islam, rezeki sering datang melalui pertemuan, interaksi, atau kolaborasi. Kerapiannya seseorang pada hari Jumat memperluas peluang-peluang itu.
Baca Juga: Berkurban di Era Digital: Ketika Ibadah Bertemu Teknologi
Karena itu sebagian ulama mengategorikan adab-adab Jumat sebagai bagian dari penyempurna amalan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Jumat, Hari Ketika Pintu Rezeki Lebih Terbuka
IFA.id mencatat bahwa inti dari amalan-amalan Jumat bukan terletak pada banyaknya ritual, tetapi pada kualitas kedekatan seseorang dengan Allah dan sesama manusia.
Rezeki tidak selalu datang dari pintu yang tampak. Kadang lewat ketenangan hati setelah membaca Al-Kahfi, peluang kecil setelah bershalawat, hubungan baik setelah beradab, atau keberanian memberi setelah bersedekah.
Jumat adalah hari untuk mengingat bahwa hidup memiliki ritme spiritual. Siapa pun yang merawatnya dengan amalan-amalan kecil namun konsisten akan merasakan berkahnya mengalir dalam bentuk yang kadang di luar dugaan.
Baca Juga: Makna Tersembunyi di Balik Darah Qurban: Bukan Sekadar Menyembelih