IFA.id menemukan bahwa jalur keberkahan rezeki pada hari Jumat terjadi melalui tiga hal:
-
Pembersihan hati,
-
Penguatan hubungan dengan Allah,
-
Peningkatan kepedulian sosial.
Tiga hal ini tampak dalam amalan-amalan sunnah Jumat yang akan dibahas berikut.
Baca Juga: Darah, Doa, dan Daging: Ekonomi Berkah di Balik Ibadah Kurban
1. Membaca Surah Al-Kahfi: Cahaya Hingga Jumat Berikutnya
Salah satu amalan paling terkenal pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah SAW menyampaikan dalam riwayat bahwa siapa pun yang membacanya pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya antara dua Jumat.
Cahaya yang dimaksud bukan sekadar cahaya fisik, melainkan pertolongan, kelapangan, dan petunjuk. Banyak ulama mengaitkan cahaya ini dengan keluasan rezeki karena seseorang yang mendapatkan taufik dan ketenangan dalam hidupnya akan lebih mudah melihat peluang kebaikan.
Dalam praktiknya, banyak jamaah yang memilih waktu pagi atau menjelang dhuhur untuk membacanya. Kebiasaan ini menciptakan ruang kecil untuk menenangkan diri, sebuah jeda yang sering kali hilang dari rutinitas.
Baca Juga: Menghindari Riya di Hari Raya: Menjaga Niat Kurban Tetap Suci
2. Memperbanyak Shalawat: Membuka Pintu-Pintu Kemudahan
Hari Jumat disebut sebagai hari shalawat. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak shalawat pada Jumat karena shalawat menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
Rahmat inilah yang kemudian membuka pintu kemudahan, yang dalam perspektif kehidupan modern bisa berarti kelancaran kerja, kejernihan pikiran, hubungan yang lebih baik, hingga peluang bisnis yang tidak terduga.
IFA.id mencatat, shalawat adalah salah satu amalan yang paling sering dihubungkan dengan rezeki. Ada banyak kisah dari para ulama dan masyarakat awam yang merasakan perubahan hidup setelah istiqamah bershalawat.
Artikel Terkait
Sedekah Kamis Berkah: Cara Menyentuh Hati Tanpa Harus Menunggu Banyak Harta
Kamis Berkah dan Spirit Kebersamaan: Ketika Berbagi Menjadi Gaya Hidup
Doa dan Harapan di Hari Kamis: Menyambut Jumat Penuh Cahaya