IFA.id – Ada satu hari dalam sepekan yang selalu terasa berbeda. Hari ketika udara pagi terasa lebih lembut, adzan subuh terdengar lebih menenangkan, dan hati seolah diajak untuk lebih dekat kepada Allah.
Banyak orang pernah mengalami momen seperti itu, meski tak selalu bisa menjelaskannya. Hari itu adalah Jumat, hari yang dalam Islam dikenal sebagai sayyidul ayyam, pemimpin segala hari.
Dalam banyak riwayat, Jumat disebut sebagai hari penuh ampunan, hari terkabulnya doa, dan hari ketika setiap amalan kecil sekalipun dapat menjemput keberkahan yang besar.
Tidak sedikit umat Islam yang meyakini bahwa Jumat adalah salah satu pintu rezeki, sebuah kesempatan mingguan untuk membuka kembali aliran berkah yang mungkin terhambat di hari-hari sebelumnya.
Baca Juga: Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami
Di berbagai daerah, banyak masyarakat yang diam-diam memiliki kebiasaan tertentu setiap Jumat. Ada yang selalu menyedekahkan beberapa ribu rupiah, ada yang rutin membaca surah Al-Kahfi, ada pula yang menjadikan hari ini sebagai momen memperbanyak shalawat.
IFA.id mencatat, kebiasaan-kebiasaan sederhana itu bersandar pada sunnah dan riwayat yang telah dipraktikkan umat Islam sejak berabad-abad.
Lalu, apa saja amalan Jumat yang dapat menjadi pembuka rezeki menurut sunnah? Berikut narasi lengkapnya.
Keistimewaan Jumat dan Kaitan dengan Rezeki
Pembicaraan tentang rezeki sering kali terjebak pada anggapan bahwa rezeki harus berupa harta. Padahal Islam memandangnya jauh lebih luas: kesehatan, ketenangan, ilmu, kesempatan, hingga orang-orang baik di sekitar kita adalah bagian dari rezeki yang tidak bisa dihitung dengan angka.
Baca Juga: Rahasia Berkah Hari Jumat yang Sering Terlewat
Hari Jumat menjadi istimewa karena mengumpulkan banyak sekali waktu-waktu ibadah yang diperhitungkan pahalanya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Jumat adalah hari ketika doa-doa diijabah. Para ulama memahami bahwa rezeki tidak hanya datang dari sebab materi, tetapi sering kali bermula dari doa yang sungguh-sungguh.