Al-ḥamdu lillāh
Allāhu akbar
Lā ilāha illā llāh
Astaghfirullāh
Dan membaca Surah Al-Ikhlāṣ, Al-Falaq, An-Nās, atau surat apa pun yang meresap ke hati.
Suatu malam, di sebuah musala kecil di sudut kota, seorang lelaki termangu di sajadah. Lampu remang temaram, langit gelap, hanya suara angin halus yang menemani. Dengan hati yang merindu, ia mengangkat suaranya dalam doa:
Baca Juga: “Dari Zakat ke Empati: Makna Sejati Berbagi dalam Islam”
“Ya Rabbi, genggam aku dalam kasih-Mu … ringankan bebanku … ridhailah hatiku …”
Seiring jarum jam mendekati sepertiga malam, jantungnya berdebar teduh. Esoknya, ketika sinar fajar menembus celah jendela, ia merasa seolah terlahir baru: lega dari beban pikiran, penuh harap, dan energi tersembuh.
Inilah kisah malam yang bukan sekadar tidur terganggu, melainkan titik balik spiritual dan kesejahteraan.
Itulah kekuatan tahajud: menjahit dialog manusia–Tuhan dalam sunyi malam, menumbuhkan ruh baru untuk menjalani hari dengan ringan dan cair
Baca Juga: Ilmu Psikologi di Balik Sholat Dhuha: Rahasia Bahagia Setiap Pagi
Tips Praktis Memulai Tahajud dengan Konsisten
-
Mulailah perlahan: Bangunlah 1–2 rakaat dulu sambil berdoa. Jangan langsung buru-buru target besar.
-
Tentukan jam tetap: Misalnya, bangun pukul 03.00 atau sepertiga malam (tergantung panjang malam di tempatmu).
-
Gunakan alarm lembut & sunnah tidur awal: Agar bangun tidak terasa menyiksa.