Kamis, 4 Juni 2026

Menyusuri Makam Sunan Kalijaga: Wisata Religi Paling Dicari di Jawa

- Selasa, 18 November 2025 | 18:18 WIB
Suasana peziarah di kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, Demak, yang terus menjadi magnet wisata religi di Jawa. (Foto/Ilustrasi)
Suasana peziarah di kompleks Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, Demak, yang terus menjadi magnet wisata religi di Jawa. (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Tilawah sebagai Terapi: Ketika Al-Qur’an Mengobati Luka Batin

Di sekitar kompleks, para peziarah sering membeli bunga setaman untuk tabur doa. Ada pula yang membawa air dari sumur tua di sekitar area makam yang dipercaya memiliki nilai sejarah.

Meski tradisi-tradisi tersebut tidak wajib dilakukan, keberadaannya memperkaya pengalaman ziarah. IFA.id mencatat bahwa masyarakat sekitar juga menjaga tradisi itu sebagai bagian dari sejarah lokal yang terus diwariskan.

Di sisi lain, perkembangan zaman juga memengaruhi pola ziarah. Kini banyak muda-mudi yang datang bukan semata karena ritual tradisi, tetapi karena rasa ingin tahu terhadap sejarah Wali Songo.

Generasi yang tumbuh dengan pengetahuan digital kini ingin melihat langsung tempat-tempat yang selama ini mereka dengar dari cerita orang tua atau tayangan dokumenter.

Baca Juga: Mengaji di Era Digital: Tantangan, Godaan, dan Peluang Baru

Momen-Momen yang Membekas

Banyak peziarah yang bercerita bahwa pengalaman paling menyentuh justru datang dari interaksi dengan sesama pengunjung. Ada yang datang dari luar Jawa dan saling bertukar kisah perjalanan. Ada pula yang datang sendirian, kemudian menemukan teman baru di tengah antrean.

IFA.id mencatat, perjalanan ziarah selalu melibatkan unsur manusiawi: rasa ingin tahu, harapan, kegelisahan, kesederhanaan, dan kebutuhan untuk merasa terhubung. Semua itu melebur di Kadilangu.

Di sisi luar kompleks, pedagang kecil menjual makanan hangat dan minuman segar. Ada yang berjualan jenang, nasi pecel, hingga jajanan tradisional. Kehangatan sapaan mereka sering menjadi penutup manis sebelum pengunjung pulang.

Mengapa Selalu Ramai?

Ada tiga hal yang membuat wisata religi Sunan Kalijaga tidak pernah sepi.

Pertama, kekuatan sejarah. Sebagai tokoh sentral Wali Songo, Sunan Kalijaga punya pengaruh besar dalam pembentukan wajah Islam Nusantara. Banyak orang merasa perlu menapaktilasi jejak beliau.

Baca Juga: Rumah yang Tidak Pernah Sepi Malaikat: Keutamaan Mengaji Setiap Hari

Kedua, pengalaman spiritual. Suasana di Kadilangu menawarkan ketenangan yang jarang ditemukan di tengah hiruk pikuk modern.

Ketiga, kedekatan emosional masyarakat Jawa. Cerita Sunan Kalijaga sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dari dongeng anak-anak hingga ritual adat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB

Terpopuler

X