Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukan di malam ini dan keburukan sesudahnya.”
Meskipun doa ini terkait malam, para ulama membolehkan membacanya sejak sore hari, setelah Ashar, karena waktu sore adalah awal masuknya malam.
Menyambut Malam dengan Syukur
Setelah Ashar, banyak orang memilih beristirahat, ada juga yang masih bekerja. Namun, momen ini bisa dijadikan titik awal syukur. Bersyukur karena masih diberi kesehatan, waktu, dan kesempatan untuk beribadah.
IFA.id merangkum, doa sore hari sebaiknya berfokus pada tiga hal:
-
Memohon perlindungan dari fitnah sore hingga malam.
-
Bersyukur atas rezeki yang didapat sepanjang hari.
-
Meminta keberkahan untuk waktu yang tersisa hingga malam.
Baca Juga: Kisah Haru Distribusi Daging Kurban di Pelosok Negeri
Kisah Nyata: Sore yang Menjadi Titik Balik
Di Yogyakarta, ada seorang pedagang kaki lima bernama Hasyim. Setiap sore, setelah Sholat Ashar di mushola dekat lapaknya, ia selalu duduk sebentar membaca doa dan dzikir.
Orang-orang di sekitarnya tahu, Hasyim tidak pernah memulai berjualan lagi setelah Ashar tanpa berdoa terlebih dahulu.
Suatu ketika, seorang mahasiswa bertanya, “Mengapa harus menunggu berdoa dulu, Pak?”
Hasyim menjawab sambil tersenyum, “Karena rezeki sore ini bisa saja jadi yang terakhir dalam hidup. Kalau tidak dimulai dengan doa, untuk apa capek-capek berjualan?”
Jawaban sederhana itu membuat banyak orang tersadar, bahwa doa setelah Ashar bukan hanya rutinitas, tapi cara menata niat dan hati.
Baca Juga: Kurban Digital 2025: Tren Baru Anak Muda Berbagi
Keutamaan Doa Sore Hari
-
Membawa ketenangan jiwa – karena sore hari sering diwarnai kecemasan menjelang malam.
-
Menjadi pengingat waktu – agar tidak terbuai kesibukan dunia hingga lupa ibadah.
-
Mendatangkan keberkahan rezeki – doa sore adalah penutup ikhtiar siang.
Artikel Terkait
Syukur Nikmat dalam Doa: Cara Hidup Tanpa Kekurangan
Doa Syukur Nikmat yang Membuat Hidup Lebih Tenang
Doa Syukur Nikmat Singkat yang Penuh Makna
Suasana Idul Adha 2025: Semarak Kurban di Nusantara