"Ini ada apa Polsek Gunung Putri? Terkesan memihak pelaku intimidasi yang membuat klien kami tertekan secara mental. Kita coba hubungi Polres Bogor juga, dilempar ke Polsek Gunung Putri. Tapi, Polsek Gunung Putrinya pun pasif. Tidak ada tindakan. Datang setelah kejadian selesai, bahkan tidak ada tim dari polsek menemui keluarga ahli waris yang sedang tertekan dan takut. Malah salam-salaman di luar dengan para pelaku intimidasi," ucap dia.
Taufik menyoroti sikap Polsek Gunung Putri yang dipimpin oleh Kompol Aulia Robby yang terkesan berpihak kepada pelaku intimidasi dan gagal memberikan rasa aman kepada warga yang justru menjadi korban intimidasi.
Baca Juga: Dari Tiket Pesawat ke IGD, Alasan Mangkir Ramses Sinurat Dinilai Berpotensi Hambat Penyidikan!
"Jadi cenderung pasif dan kami menilai tidak netral. Hadir tapi seperti ada keberpihakan kepada sekelompok orang itu. Padahal klien kami adalah korban intimidasi mereka," ucap Taufik.
"Klien kami adalah ahli waris sah dari properti tersebut berdasarkan SHM dan AjB tahun 2006. Tapi tiba-tiba datang seseorang mengaku memiliki rumah tersebut dan mengerahkan preman bayaran untuk mengintimidasi klien kami. Padahal legalitasnya pun belum teruji kebenarannya," sambung dia.
Taufik meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengevaluasi jajaran Polsek Gunung Putri dan juga Polres Bogor yang tidak dapat mengayomi dan melindungi masyarakat yang menjadi korban intimidasi sekelompok orang suruhan.*