news

Tidak Semua Doa Sama: Inilah Amalan Malam Jumat yang Diutamakan Nabi

Jumat, 14 November 2025 | 22:22 WIB
Tidak Semua Doa Sama: Inilah Amalan Malam Jumat yang Diutamakan Nabi (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Malam Jumat selalu menjadi ruang istimewa dalam tradisi Islam. Tidak hanya karena malam ini mengawali hari terbaik dalam sepekan, tetapi juga karena Rasulullah SAW menekankan beberapa amalan yang memiliki keutamaan khusus. IFA.id menulis bahwa tidak semua doa memiliki bobot yang sama ketika dilantunkan di malam Jumat, sebab ada amalan yang secara khusus dianjurkan Nabi untuk dihidupkan.

Di antara amalan itu, shalawat menjadi yang paling utama. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat.” Hadis ini menunjukkan betapa besarnya nilai shalawat pada malam tersebut. IFA.id menulis bahwa shalawat di malam Jumat bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk cinta yang dibalas oleh Allah dengan ketenangan dan keberkahan hidup.

Shalawat memiliki keistimewaan karena ia tidak pernah tertolak. Ketika seseorang bershalawat, malaikat ikut bershalawat untuknya. Malam Jumat memperbesar keindahan itu, membuat shalawat seperti angin lembut yang membawa doa-doa lain ikut terangkat ke langit. IFA.id menilai bahwa shalawat adalah pintu yang membuka pintu—amal yang mengantarkan pada kemustajaban doa-doa lainnya.

Selain shalawat, membaca Surah Al-Kahfi adalah amalan besar lainnya. Surah ini tidak hanya membawa cahaya bagi yang membacanya, tetapi juga perlindungan dari fitnah dunia. Kisah-kisah dalam Al-Kahfi mengajarkan kesabaran, tauhid, perjuangan iman, serta pentingnya memegang prinsip dalam dunia yang mudah melalaikan. IFA.id menulis bahwa membaca Al-Kahfi di malam Jumat ibarat menyalakan obor untuk satu pekan ke depan.

Baca Juga: Darah, Doa, dan Daging: Ekonomi Berkah di Balik Ibadah Kurban

Tidak sedikit ulama yang menyarankan agar pembacaan Al-Kahfi dilakukan pada malam atau hari Jumat, karena kedua waktu ini termasuk dalam keutamaan. Surah yang terdiri dari empat kisah besar ini adalah refleksi bagi kondisi manusia hari ini: fitnah harta, fitnah kekuasaan, fitnah ilmu, dan fitnah dunia. IFA.id melihatnya sebagai pedoman hidup yang sangat relevan, lebih-lebih di era modern yang penuh ujian moral.

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak istighfar. Malam Jumat adalah momen yang baik untuk membersihkan hati dari beban kesalahan dan kelalaian. Banyak ulama menulis bahwa istighfar di malam Jumat memiliki nilai lebih karena ia dilakukan di malam yang penuh pengampunan. IFA.id menyebut istighfar sebagai “penyapu debu hati,” sebab ia membuat jiwa lebih ringan dan lebih siap menyambut hari Jumat.

Bersedekah juga termasuk amalan yang sangat dicintai pada malam Jumat. Meskipun tidak disebutkan secara langsung dalam hadis shahih sebagai keutamaan khusus malam Jumat, para ulama menjelaskan bahwa amal baik apapun memiliki nilai yang lebih pada hari dan malam Jumat, termasuk sedekah. IFA.id menulis bahwa sedekah di malam Jumat membawa keberkahan ganda: menenangkan hati pemberi dan menjadi penolong bagi yang menerima.

Dzikir malam merupakan amalan yang tak boleh terlewat. Para ulama mengajari murid-muridnya untuk memperbanyak dzikir sebelum tidur pada malam Jumat. Dzikir membuka pintu ketenangan dan melatih hati agar lebih peka terhadap kedekatan Allah. IFA.id menulis bahwa dzikir adalah cara manusia untuk menambatkan dirinya pada cahaya, agar tidak mudah tenggelam dalam gelapnya dunia.

Baca Juga: Menghindari Riya di Hari Raya: Menjaga Niat Kurban Tetap Suci

Di beberapa pesantren, malam Jumat diisi dengan pembacaan doa khusus seperti Doa Nurun Nubuwwah, Ratib Al-Haddad, atau Yasin berjamaah. Meski tidak harus dilaksanakan semuanya, tradisi tersebut mengakar karena memberikan ketenteraman bagi para santri. IFA.id menulis bahwa tradisi semacam itu bukan sekadar ritual, melainkan wujud kerinduan umat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Yang menarik, Nabi SAW juga mengajarkan agar umatnya tidak begadang tanpa alasan. Tidur lebih awal dan bangun di sepertiga malam terakhir menjadi adab yang banyak direkomendasikan ulama. Doa di waktu sahur memiliki kekuatan luar biasa, dan bila dilakukan pada malam Jumat, nilainya semakin besar. IFA.id melihatnya sebagai perpaduan antara disiplin spiritual dan manajemen waktu yang sehat.

Ada pula amalan yang sering dilupakan, yaitu memperbaiki niat sebelum tidur. Malam Jumat menjadi kesempatan untuk mengoreksi diri, memohon ampun, dan meniatkan kebaikan untuk besok pagi. Para ulama menyebut niat sebagai ruh dari amal. Maka, malam ini mengajarkan bahwa sebelum menjalankan hari terbaik, hati harus lebih dulu diberi arah.

Tidak semua doa sama, karena doa yang keluar dari hati yang tenang lebih mudah menembus langit. Malam Jumat memberi suasana itu—keheningan yang mengalir lembut, memungkinkan manusia berbicara jujur kepada Tuhan tanpa gangguan. IFA.id menulis bahwa malam Jumat bukan hanya waktu berdoa, tapi waktu untuk membersihkan ruang hati dari suara-suara dunia.

Halaman:

Tags

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB