IFA.id -- Mudik adalah momen tahunan yang dinantikan banyak orang, tetapi sayangnya, tradisi ini juga berkontribusi terhadap peningkatan sampah plastik.
Mulai dari botol minuman, kemasan makanan, hingga kantong plastik—semua ini sering kali berakhir di tempat yang tidak seharusnya, seperti pinggir jalan atau sungai.
Dampak Buruk Sampah Plastik:
-
Mencemari lingkungan: Plastik butuh ratusan tahun untuk terurai.
-
Menyumbat saluran air: Plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan banjir.
-
Berbahaya bagi satwa liar: Hewan bisa salah mengira plastik sebagai makanan.
-
Meningkatkan emisi karbon: Produksi dan pembuangan plastik meningkatkan polusi udara.
2. Penyebab Sampah Plastik Meningkat Saat Mudik
Saat perjalanan mudik, orang cenderung lebih banyak menggunakan plastik karena faktor praktis. Beberapa kebiasaan yang memicu peningkatan sampah plastik, antara lain:
Baca Juga: Gojek dan Grab Klarifikasi Polemik Bonus Hari Raya Rp50 Ribu untuk Pengemudi
-
Membeli makanan dalam kemasan sekali pakai di rest area atau pinggir jalan.
-
Menggunakan botol air mineral sekali pakai karena lebih mudah daripada membawa botol isi ulang.
-
Memakai kantong plastik dari belanja dadakan di warung atau minimarket.
3. Cara Mengurangi Sampah Plastik Saat Mudik
A. Gunakan Wadah dan Botol Minum Reusable
Membawa botol minum sendiri tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga lebih hemat. Banyak rest area dan tempat umum kini menyediakan refill station untuk air minum.
B. Bawa Alat Makan Sendiri
Sendok, garpu, dan sedotan dari plastik sering digunakan sekali lalu dibuang. Solusinya, gunakan alat makan dari stainless steel atau bambu yang bisa digunakan berulang kali.