news

Bagaimana Para Muslim di Negara dengan Durasi Puasa Panjang Mengatasinya

Sabtu, 8 Maret 2025 | 20:17 WIB
Bagaimana Para Muslim di Negara dengan Durasi Puasa Panjang Mengatasinya (Foto/YouTube)

IFA.id -- Ramadan adalah bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana mereka menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Namun, durasi puasa tidaklah sama di setiap negara. Di beberapa wilayah, terutama yang berada jauh dari garis khatulistiwa, durasi puasa bisa mencapai lebih dari 20 jam sehari. 

Mengapa Durasi Puasa Berbeda-Beda

Durasi puasa selama Ramadan dipengaruhi oleh posisi geografis dan musim. Negara-negara yang berada dekat dengan garis khatulistiwa, seperti Indonesia dan Malaysia, memiliki durasi puasa yang relatif konsisten sepanjang tahun, sekitar 13–14 jam.

Sebaliknya, negara-negara yang berada jauh dari khatulistiwa, seperti Norwegia atau Islandia, dapat mengalami durasi puasa hingga lebih dari 20 jam selama musim panas karena matahari hampir tidak pernah terbenam.

Tantangan Puasa di Negara dengan Durasi Panjang

Puasa dengan durasi panjang menghadirkan berbagai tantangan fisik dan mental:

  • Dehidrasi: Dengan waktu makan yang sangat terbatas, tubuh berisiko kekurangan cairan, terutama jika cuaca panas atau aktivitas fisik tinggi.

  • Kelelahan: Kurangnya asupan energi sepanjang hari dapat menyebabkan tubuh merasa lelah dan kurang produktif.

  • Gangguan tidur: Waktu sahur dan berbuka yang berdekatan sering kali mengganggu pola tidur normal.

  • Perubahan rutinitas: Aktivitas sehari-hari harus disesuaikan agar tetap bisa menjalankan ibadah tanpa mengorbankan kesehatan.

Baca Juga: Prinsip Rezeki dalam Islam: Usaha, Tawakal, dan Keberkahan Hidup

Cara Mengatasi Tantangan Puasa Durasi Panjang

Umat Muslim di negara-negara dengan durasi puasa panjang telah mengembangkan berbagai strategi untuk mengatasi tantangan tersebut.

Pentingnya Sahur

Sahur adalah waktu makan sebelum fajar yang sangat penting untuk menyediakan energi sepanjang hari. Makanan sahur dianjurkan mengandung:

  • Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum untuk energi tahan lama.

  • Protein dari telur atau kacang-kacangan untuk membantu rasa kenyang lebih lama.

  • Cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Mengatur Pola Tidur

Karena waktu tidur sering terganggu selama Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk:

  • Tidur lebih awal setelah tarawih.

Halaman:

Tags

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB