IFA.id -- Dalam kehidupan ini, manusia sering kali merasa gelisah dan khawatir tentang rezeki. Ada yang merasa kurang, ada yang merasa iri dengan keberlimpahan orang lain, dan ada pula yang bekerja tanpa mengenal lelah karena takut kekurangan.
Padahal, Islam mengajarkan bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah dengan penuh keadilan dan hikmah.
Keyakinan terhadap ketentuan rezeki yang telah Allah tetapkan akan membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Baca Juga: Keutamaan Menjadi Pribadi yang Amanah dan Dipercaya dalam Islam
Rezeki Sudah Ditentukan oleh Allah
Dalam Al-Qur’an, Allah telah menegaskan bahwa rezeki setiap makhluk telah dijamin. Allah berfirman:
“Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya...” (QS. Hud: 6)
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap manusia sudah memiliki jatah rezekinya masing-masing. Tidak ada yang bisa mengambil bagian orang lain, dan tidak ada yang bisa menghalangi apa yang telah Allah tetapkan.
Prinsip-Prinsip Hidup Berdasarkan Ketentuan Rezeki Allah
-
Bersyukur atas Setiap Rezeki yang Diberikan
Bersyukur adalah kunci untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup. Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan bersyukur atas yang banyak.” (HR. Ahmad)
Dengan mensyukuri rezeki yang ada, hati menjadi lebih tenang dan bahagia, serta Allah akan menambah nikmat tersebut (QS. Ibrahim: 7).
-
Berusaha dengan Ikhtiar yang Maksimal
Meskipun rezeki sudah diatur oleh Allah, Islam tetap mengajarkan manusia untuk berusaha. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak berusaha mengubahnya (QS. Ar-Ra’d: 11). Oleh karena itu, bekerja dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah dan bentuk keimanan kepada-Nya. -
Meninggalkan Kekhawatiran Berlebihan
Kekhawatiran tentang rezeki sering kali membuat seseorang lupa bahwa Allah adalah Maha Pemberi. Rasulullah SAW bersabda:“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
Artikel Terkait
Jangan Sampai Anak Trauma Puasa! Temukan Rahasia Mengenalkan Puasa dengan Menyenangkan
Susah Atur Waktu Kerja & Ibadah? Ini Solusi yang Dipakai Ratusan Pekerja Muslim untuk Tetap Produktif & Taat!
Hai Kamu yang Berpuasa! Jangan Biarkan Kantuk Menghantuimu! Ini Cara Ampuh Taklukkannya!
Bekerja Bukan Sekadar Mencari Nafkah, tapi Juga Ladang Ibadah yang Penuh Berkah
Keutamaan Menjadi Pribadi yang Amanah dan Dipercaya dalam Islam