IFA.id -- Bulan Syaban merupakan waktu yang sering dilupakan oleh banyak orang karena posisinya di antara bulan Rajab dan Ramadan.
Namun, Rasulullah SAW justru memperbanyak ibadah, terutama puasa sunah, selama bulan ini.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpuasa sunah sebanyak di bulan Syaban dibandingkan dengan bulan lainnya.
Baca Juga: Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib: Singa Allah yang Gugur di Uhud
Beliau menjelaskan bahwa Syaban adalah bulan di mana amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah SWT, sehingga beliau ingin saat amalnya dilaporkan, beliau dalam keadaan berpuasa.
Selain memperbanyak puasa, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya meningkatkan ketaatan dan ibadah di bulan Syaban.
Beliau mengingatkan bahwa banyak orang lalai terhadap keutamaan bulan ini, padahal ini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi pahala, seperti menghindari maksiat dan perbuatan dosa lainnya.
Baca Juga: Fatimah Az-Zahra: Teladan Kesederhanaan dan Keteguhan Iman
Namun, perlu diperhatikan bahwa meskipun Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban, beliau tidak mengkhususkan puasa pada hari tertentu seperti Nisfu Syaban.
Beberapa ulama bahkan menganggap peringatan khusus pada malam Nisfu Syaban sebagai bid'ah karena tidak ada dasar yang kuat dari Nabi atau para sahabat mengenai amalan khusus pada malam tersebut.
Dengan demikian, meneladani kebiasaan Rasulullah SAW di bulan Syaban berarti memperbanyak puasa sunah dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.