Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib: Singa Allah yang Gugur di Uhud

- Minggu, 23 Februari 2025 | 23:14 WIB
Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib: Singa Allah yang Gugur di Uhud (foto/youtube )
Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib: Singa Allah yang Gugur di Uhud (foto/youtube )

IFA.id -- Hamzah bin Abdul Muthalib adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling berani dan disegani.

Ia dijuluki "Asadullah" atau "Singa Allah" karena keberaniannya dalam berperang dan kesetiaannya terhadap Islam.

Hamzah tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin yang gagah berani, tetapi juga sebagai sosok yang teguh dalam membela kebenaran dan keadilan.

Baca Juga: Tragedi Baghdad: Ketika Mongol Menghancurkan Pusat Peradaban Islam

Masa Muda dan Keislaman Hamzah

Hamzah bin Abdul Muthalib lahir di Makkah dan merupakan paman Nabi Muhammad SAW.

Sejak muda, Hamzah dikenal sebagai seorang yang kuat, pemberani, serta memiliki keterampilan dalam berburu dan bertarung. Sebagai seorang Quraisy yang terpandang, ia dihormati oleh kaumnya.

Hamzah memeluk Islam pada tahun ke-6 kenabian setelah mengetahui bahwa Abu Jahal telah menghina dan menyakiti Nabi Muhammad SAW.

Dengan kemarahan yang membara, ia langsung menghampiri Abu Jahal dan memukulnya dengan busur panah, lalu mengumumkan keislamannya secara terbuka.

Sejak saat itu, Hamzah menjadi salah satu pelindung utama Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Baca Juga: Keistimewaan Masjid Al-Aqsa dalam Islam dan Perjalanan Sejarahnya

Hamzah dalam Perang Badar

Perang Badar menjadi salah satu momen di mana keberanian Hamzah sangat terlihat. Dengan mengenakan bulu burung unta di dadanya sebagai tanda keberanian, ia bertempur dengan gagah melawan kaum Quraisy.

Dalam pertempuran ini, Hamzah berhasil membunuh beberapa pemimpin Quraisy, termasuk Utbah bin Rabi’ah. Kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar menjadi bukti nyata betapa besar kontribusi Hamzah dalam perjuangan Islam.

Baca Juga: Imam Husain di Karbala: Pengorbanan Besar Demi Kebenaran dan Keadilan

Syahid dalam Perang Uhud

Pada tahun 3 Hijriyah, Perang Uhud terjadi sebagai upaya balas dendam Quraisy setelah kekalahan mereka di Badar. Hamzah kembali menunjukkan keberaniannya dalam pertempuran ini. Namun, nasib tragis menantinya.

Seorang budak bernama Wahsyi bin Harb, yang dijanjikan kebebasan oleh Hindun binti Utbah jika berhasil membunuh Hamzah, mengintai dari kejauhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X