Baca Juga: Sayyidah Khadijah RA: Wanita Pertama yang Memeluk Islam dan Pendukung Dakwah Nabi Muhammad SAW
Puasa yang dijalankan di 10 hari terakhir hendaknya disertai dengan peningkatan kualitas ibadah lainnya, seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah.
4. Memperoleh Keistimewaan I'tikaf
Selain berpuasa, Nabi muhammad SAW juga melakukan i’tikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan. I’tikaf adalah bentuk ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk lebih fokus dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan berpuasa dan ber-i'tikaf, seseorang bisa lebih merenungkan kehidupan, memperbaiki diri, serta memperbanyak doa dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
5. Menggapai Ketaqwaan yang Sempurna
Tujuan utama dari puasa Ramadhan adalah mencapai derajat taqwa. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Di 10 hari terakhir, puasa yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dapat semakin menyempurnakan ketakwaan seseorang. Dengan menjaga hati, lisan, dan perbuatan, serta memperbanyak ibadah, seorang muslim akan semakin dekat dengan Allah SWT.
Menjalankan puasa di 10 hari terakhir Ramadhan memiliki keutamaan luar biasa.
Baca Juga: Cara Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan dengan Mudah dan Khusyuk
Selain mendapatkan ampunan dosa, keberkahan Lailatul Qadar, dan kesempatan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, seseorang juga dapat meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki diri.
Oleh karena itu, mari manfaatkan momen istimewa ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa meraih keberkahan dan rahmat Allah SWT.