3. Muntah dengan Sengaja
Muntah dengan sengaja, misalnya dengan memasukkan jari ke tenggorokan untuk memancing muntah, dapat membatalkan puasa. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang muntah tanpa disengaja, maka ia tidak wajib mengqadha. Namun, barang siapa yang muntah dengan sengaja, maka wajib mengqadha." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
4. Haid dan Nifas
Bagi wanita, datangnya haid atau nifas secara otomatis membatalkan puasa. Wanita yang mengalami haid atau nifas wajib mengganti puasanya di hari lain setelah Ramadan.
Aisyah RA berkata:
"Kami dahulu mengalami haid, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha salat." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Mengeluarkan Mani dengan Sengaja
Mengeluarkan mani dengan sengaja, baik melalui onani, melihat sesuatu yang membangkitkan syahwat, atau bersentuhan dengan pasangan hingga keluar mani, membatalkan puasa.
Namun, jika mani keluar karena mimpi basah, maka tidak membatalkan puasa karena itu terjadi di luar kehendak seseorang.
Baca Juga: Jangan Jadi Pemalas! Begini Cara Islam Mengajarkan Disiplin Waktu
6. Murtad (Keluar dari Islam)
Jika seseorang keluar dari Islam (murtad) saat berpuasa, maka puasanya batal. Allah SWT berfirman:
"Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat." (QS. Al-Baqarah: 217)
7. Menggunakan Infus atau Obat yang Mengandung Nutrisi
Penggunaan infus atau suntikan yang bersifat nutrisi (menggantikan makanan/minuman) membatalkan puasa, karena fungsinya serupa dengan makan dan minum. Namun, suntikan non-nutrisi seperti vaksin atau obat yang tidak memberikan asupan gizi tidak membatalkan puasa.
Menjalankan puasa dengan benar memerlukan pemahaman tentang hal-hal yang membatalkan puasa.
Makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri, muntah disengaja, haid atau nifas, serta mengeluarkan mani dengan sengaja adalah beberapa hal yang dapat membatalkan puasa.
Oleh karena itu, setiap Muslim harus berhati-hati agar ibadah puasanya tetap sah dan mendapatkan pahala yang maksimal dari Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman kita tentang puasa!