news

Presiden Palestina Ucapkan Selamat kepada Donald Trump, Siap Bekerja Sama untuk Perdamaian Palestina-Israel

Selasa, 21 Januari 2025 | 18:19 WIB
Presiden Palestina Ucapkan Selamat kepada Donald Trump, Siap Bekerja Sama untuk Perdamaian Palestina-Israel ((Freepik))

lFA.id -- Presiden Palestina, Mahmud Abbas, pada Senin, 20 Januari 2025, memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Dalam pesan tersebut, Abbas menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam upaya mencapai perdamaian dengan Israel, berdasarkan solusi dua negara yang telah menjadi dasar negosiasi selama beberapa dekade.

Abbas berharap bahwa Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan dalam keamanan dan perdamaian. Ia juga menekankan pentingnya peran Amerika Serikat untuk memastikan keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah dan dunia.

Baca Juga: Air Mata Bahagia dan Lega di Gaza: Perjanjian Genjatan Senjata Diterima dengan Sukacita

Meskipun Abbas menyatakan harapannya untuk terjadinya perdamaian, perjalanannya untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Selama masa jabatan Trump sebelumnya (2017-2021).

Amerika Serikat mengusulkan sebuah proposal perdamaian yang melibatkan Israel untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki, sementara menyerahkan sebagian wilayah kepada negara Palestina yang diusulkan.

Proposal ini ditolak mentah-mentah oleh Palestina, yang menilai proposal tersebut tidak adil dan merugikan hak-hak mereka.

Baca Juga: Hamas Klaim Israel Gagal Capai Tujuan dalam Perang Gaza

Namun, Trump baru-baru ini mengklaim bahwa ia berperan dalam mengamankan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza.

Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi utusan Timur Tengah Trump, Jared Kushner, yang melakukan negosiasi intens pada 19 Januari 2025.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Baca Juga: Serangan Israel Pasca Pengumuman Gencatan Senjata Membunuh 116 Warga Gaza, Gencatan Senjata Mulai Berlaku Hari Ini

Sementara itu, solusi dua negara masih menjadi titik utama dalam upaya perdamaian.

Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara konsisten menolak untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dan juga menolak memberikan peran apapun bagi Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah.

Halaman:

Tags

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB