news

Houthi Menyerang Israel, Serangan Rudal Dari Yaman Mengaktifkan Sirene di Tel Aviv

Senin, 20 Januari 2025 | 17:35 WIB
Houthi Menyerang Israel, Serangan Rudal Dari Yaman Mengaktifkan Sirene di Tel Aviv ((Freepik))

lFA.id -- Pada Sabtu, 18 Januari 2025, warga Tel Aviv mengalami kepanikan setelah alarm sirene berbunyi keras, menandakan adanya ancaman serangan rudal.

Sirene ini terdengar di seluruh penjuru kota, memicu respons cepat dari warga yang bergegas menuju titik kumpul aman.

Alarm tersebut berbunyi setelah Israel berhasil mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman, sebagai bagian dari upaya sistem pertahanan udara Israel untuk melindungi wilayahnya.

Baca Juga: Serangan Israel Menyusul Kesepakatan Gencatan Senjata, Dikabarkan 32 Warga Palestina Tewas

Militer Israel mengungkapkan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat sebelum dapat menimbulkan kerusakan.

Meskipun demikian, ancaman serangan rudal ini telah berdampak pada operasional di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, yang terpaksa menghentikan lalu lintas udara untuk sementara waktu.

Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, diketahui telah meningkatkan intensitas serangan rudalnya ke wilayah Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas: Harapan Baru bagi Warga Palestina

Mereka mengklaim serangan tersebut sebagai bagian dari upaya mereka untuk menekan Israel dan negara-negara Barat terkait perang di Gaza.

Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang telah ditengahi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir, mulai berlaku pada Minggu, 19 Januari 2025. Gencatan senjata ini mengakhiri 15 bulan pertempuran sengit.

Dalam kesepakatan ini, Israel dan Hamas berkomitmen untuk menghentikan aksi permusuhan, sementara beberapa langkah pembebasan Sandra dan tahanan juga disepakati.

Baca Juga: Iran tentang gencatan senjata di Gaza: Keberhasilan bagi Palestina, kekalahan besar bagi Israel

Langkah ini menandakan gencatan senjata kedua yang tercapai dalam konflik yang menghancurkan Gaza, dan akan berlangsung dalam beberapa fase.

Pada tahap pertama, gencatan senjata akan diberlakukan selama 42 hari, dengan pembicaraan lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan baru setelah periode tersebut berakhir.

Halaman:

Tags

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB