IFA.id -- Bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat membangun karakter generasi muda tanpa mengorbankan nilai moral dan budaya? Workshop Pra-Kongres NU menjawab tantangan ini dengan menggali strategi integrasi digital dan pendidikan karakter untuk membentuk peradaban masa depan.
Dalam rangka menyongsong Kongres Pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian dari perayaan Hari Lahir NU ke-102, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU menggelar Workshop Pra-Kongres bertema "Transformasi Digital: Tantangan Pendidikan Karakter untuk Generasi Masa Depan".
Acara ini berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2025, di Hotel Acacia Jakarta, melibatkan pengurus LP Ma’arif NU PBNU dan perwakilan dari LP Ma’arif NU PWNU, termasuk rombongan dari Jawa Barat yang dipimpin oleh Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.
Baca Juga: Kuliner Halal Khas Batak: Lezat dan Kaya Gizi
DR. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd menyampaikan Program LP Ma'arif NU Jabar dalam penguatan Digitalisasi diantaranya Mengadakan Halaqoh Saint Sukses UTBK menuju Kampus Unggulan bekerja sama dengan LPP Salman ITB berupa pembinaan Try Out, Training Motivasi dan Pemetaan Bakat baik On Line dan Camp selama 3 minggu lamanya.
Program ini sebagai upaya kaderisasi LP Ma'arif NU untuk mempersiapkan Generasi Hebat IT dan berdaya saing global.
Workshop ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari sistem pendidikan sekaligus menghadapi tantangan dalam membangun karakter generasi mendatang.
Kemajuan teknologi yang begitu pesat menuntut pendidikan karakter menjadi prioritas utama, terutama dalam era dominasi internet dan media sosial yang memengaruhi perilaku siswa.
Ketua LP Ma’arif NU PBNU, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memahami dampak transformasi digital terhadap pendidikan.
LP Ma'arif NU Jawa Barat juga meluncurkan Buku Ajar Aswaja AN-Nahdhiyyah Khas Jawa Barat. Dengan Digitalisasi Syair dan Pupujian juga buku buku kurikulum aswaja lainnya seperti Safinah Tijan Metode Mufham.
Baca Juga: Wisata Kuliner Halal di Jawa Tengah: Lezat, Beragam, dan Penuh Cita Rasa Nusantara
“Ajarkanlah anak-anakmu sesuai dengan zamannya. Transformasi digital adalah keniscayaan, tetapi kita harus dapat mengelaborasinya agar tidak menjadi distraksi,” tegasnya.
Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, menambahkan bahwa pendidikan dan keluarga adalah pondasi utama peradaban. Menurutnya, strategi yang efektif dalam pendidikan karakter adalah kunci untuk membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam pendidikan karakter di era digital. Salah satu sesi yang menarik adalah paparan dari Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Rakyat, mengenai “Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan serta Intoleransi dalam Membangun Karakter Peserta Didik”.